Semester I, DCI Catat Kenaikan Pendapatan 22 Persen

Merdeka.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan industri penyedia pusat data nasional, PT DCI Indonesia Tbk (kode emiten: DCII), (Perseroan) berhasil menutup semester 1 tahun 2022 dengan mengumumkan kenaikan pendapatan mencapai 22 persen menjadi 458 Miliar YoY (year-on-year). Pada tahun 2022, DCI menyediakan lokasi pusat data di beberapa lokasi dan terus tingkatkan kualitas layanan pusat data.

Peningkatan pendapatan ini merupakan hasil dari optimalisasi berbagai strategi dan inovasi yang menjadi kunci sukses perseroan dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang baik.

Hal ini termasuk fokus perseroan pada 3 (tiga) tantangan utama pada industri pusat data tahun 2022 yang semakin kompetitif akibat akselerasi digital yang meliputi pemenuhan permintaan pasar, kompetisi di tengah kemunculan pemain baru di industri, dan memastikan terpenuhinya kepatuhan terhadap aspek ESG (Environmental, Social, dan Governance).

Toto Sugiri, Presiden Direktur PT DCI Indonesia Tbk menjelaskan, DCI secara konsisten akan terus memenuhi kebutuhan data center colocation dengan kualitas layanan terbaik.

“Kami telah dipercaya oleh para pelaku bisnis yang tercermin secara positif dalam pembukuan dengan profitabilitas yang sehat di tengah tingginya kompetisi di industri pusat data Indonesia. Selain bertumbuh 22 persen dari sisi pendapatan, laba bersih perseroan turut meningkat sebesar 29 persen. Kinerja ini merupakan hasil dari implementasi inisiatif strategis dan efisiensi operasional yang telah dijalankan,” ujar Toto saat konferensi pers virtual, Rabu (31/8).

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penyedia pusat data colocation melalui DCI Platform, Perseroan telah mengoperasikan lima gedung pusat data dengan total kapasitas 52 MW.

“Selain menyediakan kualitas pelayanan terbaik terhadap pelanggan, Perseroan turut memperhatikan aspek keberlanjutan sebagai perhatian utama dalam pembangunan pusat data. Tidak dapat dipungkiri, pelaku bisnis pusat data memiliki peranan penting dalam upaya mengurangi emisi karbon (CO2) di Indonesia. Salah satu bukti nyata DCI untuk meningkatkan efisiensi dalam menjalankan operasional pusat data dengan mengimplementasikan teknologi artificial intelligence (AI) dan menerapkan hyperscale design yang efisien,” jelas Toto.

Ia merasa optimis berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan yang dilakukan oleh DCI dapat menginspirasi para pelaku usaha lain untuk bersama-sama mengurangi emisi karbon. Dalam memperkuat komitmen tersebut, perseroan menunjuk ECOVADIS sebagai pihak independen yang berwenang untuk melakukan asesmen terhadap penerapan lingkungan keberlanjutan oleh Perseroan.

Berkat upaya yang telah dilakukan, DCI berhasil mendapatkan peringkat silver, yang menunjukkan bahwa perseroan telah melakukan implementasi, pemantauan, peningkatan atas prinsip-prinsip keberlanjutan di seluruh aspek operasional.

[faz]


Artikel ini bersumber dari www.merdeka.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *