News  

Imbas Debu Batu Bara di Marunda, DLH Ukur Cerobong 4 Perusahaan

Imbas Debu Batu Bara di Marunda, DLH Ukur Cerobong 4 Perusahaan

JawaPos.com- Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tengah mengukur cerobong boiler pada empat industri atau perusahaan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda, Jakarta Utara. Hal itu dilakukan sehubungan dengan munculnya lagi debu diduga berasal dari batu bara di Rusunawa Marunda sejak Senin (21/11) lalu.

“Kami ukur cerobong-cerobong industri di sekitar Marunda,” kata Kepala Seksi Humas Dinas LH DKI Yogi Ikhwan saat dikonfirmasi, dikutip Rabu (23/11).

Namun, Yogi masih enggan membeberkan empat nama perusahaan yang sudah dicek ersebut. “Namanya dirahasiakan dulu,” katanya.

Ia menduga, cerobong-cerobong industri dari empat perusahaan itulah yang mencemari warga Rusunawa Marunda. Sebab, empat perusahaan itu masih menggunakan energi batu bara.

“Iya (tenaganya masih pakai batu bara). Kami ukur cerobongnya. Ini yang pakai boiler batu bara. Jangan-jangan dari situ kan,” kata Yogi.

Sebelumnya, Ketua Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM) Didi Suwandi melaporkan bahwa debu batu bara kembali mencemari Rusunawa Marunda pada Senin kemarin.

“Berdasarkan laporan masyarakat dan teman-teman FMRM di lapangan, memang hari ini ditemukan debu batu bara agak berbeda, sedikit licin yang kemungkinan ditengarai bisa jadi bukan hanya dari penumpukan saja,” kata Didi dalam keterangannya kepada wartawan.

“Bisa saja dari yang lain, kemungkinan dari cerobong di wilayah KBN,” imbuhnya.

Warga Rusunawa Marunda, kata Didi mengaku sangat kecewa dengan Dinas LH DKI dan Suku Dinas LH Jakarta Utara yang sangat lambat melakukan tindakan pencegahan.

“Kami lihat belum ada progres signifikan usai dicabutnya izin lingkungan PT KCN bahkan kecenderungan debit debu batu bara yang kerap ada, mirip sebelum terjadi penutupan PT KCN,” tegasnya. (*)

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Tazkia Royyan Hikmatiar


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.