Taiwan Minta China Hentikan Intimidasi dan Lanjutkan Negosiasi

Taiwan Minta China Hentikan Intimidasi dan Lanjutkan Negosiasi

Menteri Dewan Urusan China Daratan Taiwan, Chiu Tian-san meminta China untuk menghentikan intimidasinya terhadap Taiwan dan memulai proses negosiasi untuk menyelesaikan permasalahan kedua negara

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Seorang pejabat tinggi pemerintah Taiwan pada Jumat (28/10) meminta China untuk menghentikan “serangan pedangnya” terhadap Taiwan dan menjaga perdamaian dan stabilitas. Pernyataan itu ia sampaikan ketika Beijing meningkatkan tekanan politik dan militer terhadap Taiwan.

“Beijing harus menghentikan pertikaian pedangnya karena hanya memperdalam kesenjangan antara kedua belah pihak dan meningkatkan ketegangan di kawasan itu,” kata menteri Dewan Urusan China Daratan Chiu Tai-san dalam sebuah forum di Taipei, dikutip Reuters.

“Kami mendesak China daratan untuk meletakkan senjata dan menjaga perdamaian dan stabilitas. Kunci perdamaian adalah membalikkan pola pikir dalam menangani masalah dengan kekuatan,” kata Chiu, seraya menambahkan Beijing harus menyelesaikan ketidaksepakatan dengan Taipei melalui “dialog konstruktif tanpa prasyarat.”

China Bersedia Jalin Kerjasama dengan AS, Xi Jinping: Dunia Saat Ini Tidak Damai

Chiu mengatakan dia berharap China dapat secara bertahap melonggarkan pembatasan perjalanannya untuk mengendalikan pandemi COVID-19 sehingga kedua belah pihak dapat melanjutkan “pertukaran yang sehat dan teratur dan menciptakan ruang untuk interaksi positif.”

China telah meningkatkan kegiatan militer di dekat Taiwan yang diperintah secara demokratis sejak Agustus, sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei.

Sebelumnya, dalam pidato pembukaan kongres partai ke-20 Partai Komunis di Beijing pada Minggu (16/10), Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa pihaknya tidak akan pernah melepaskan hak untuk menggunakan kekuatan militernya untuk mencapai reunifikasi Taiwan-China. Hanya saja, ia mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha mencapai untuk resolusi damai.

Xi juga mengatakan bahwa China selalu “menghormati, memperhatikan” rakyat Taiwan dan berkomitmen untuk mempromosikan pertukaran ekonomi dan budaya di seluruh Selat Taiwan.

“Menyelesaikan masalah Taiwan adalah urusan rakyat China sendiri, dan terserah rakyat China untuk memutuskan,” katanya, dikutip Reuters.

“Kami bersikeras berjuang untuk prospek reunifikasi damai dengan ketulusan terbesar dan upaya terbaik, tetapi kami tidak akan pernah berjanji untuk menghentikan penggunaan kekuatan militer dan mencadangkan opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan.”

Pembatasan Harga Energi Rusia Bakal Rugikan Uni Eropa


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.