RK soal Melejit di Survei Litbang Kompas: Alhamdulillah Diapresiasi

RK soal Melejit di Survei Litbang Kompas: Alhamdulillah Diapresiasi

Bandung, CNN Indonesia

Survei Litbang Kompas pada 24 September-7 Oktober 2022, menunjukkan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di bursa Pilpres 2024 mengalami kenaikan signifikan.

Dalam survei tersebut, Litbang Kompas memisahkan kandidat capres dengan elektabilitas di atas 10 persen dan di bawah 10 persen. Ridwan Kamil menduduki puncak pada kategori di bawah 10%.

Litbang Kompas menunjukkan elektabilitas Ridwan Kamil melejit mencapai 8,5 persen. Sementara tokoh lainnya berada di bawah tiga persen.

Ridwan Kamil jauh unggul dari Sandiaga Uno (2,5 persen), Andika Perkasa (2,3 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (2,2 persen), Tri Rismaharini (1,2 persen), Puan Maharani (1 persen), Basuki Tjahaja Purnama (0,7persen), Erick Thohir (0,7 persen), Hary Tanoesoedibjo (0,7 persen), Airlangga Hartarto (0,5 persen), dan Muhaimin Iskandar (0,3 persen).

Elektabilitas eks Wali Kota Bandung itu melesat kurun Juni-Oktober 2022. Jika di Juni 2022, pria yang akrab disapa Emil itu meraih 3,3 persen, maka di Oktober 2022 naik eksponensial menjadi 8,5 persen.

Peningkatan elektabilitas secara signifikan ini juga pernah terjadi pada Oktober 2019 ke Oktober 2021, dari perolehan 3,3 persen menanjak 5 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ridwan Kamil meresponsnya dengan cukup normatif. Menurutnya, pengusungan pada Pilpres 2024 nanti bakal ditentukan di menit-menit terakhir.

“Politik itu bukan matematik, tidak selalu yang dihitung hari ini sama dengan hasil akhir. Itu menunjukkan tidak semua dihitung dari hari ini,” kata Emil, Jumat (28/10).

Meski begitu, Emil mengapresiasi penilaian publik terhadap dirinya sebagai gubernur dilihat hasil survei tersebut. Ia menilai hasil survei mengenai elektabilitasnya itu kepuasan publik atas kinerjanya sebagai kepala daerah di Jabar.

“Alhamdulillah. Poin saya saya kan bekerja diapresiasi oleh elektabilitas ya Alhamdulilah. Masalah jadi enggak atau maju mah itu detik terakhir, takdir tapi yang penting kerja saja,” tuturnya.

“Mau jadi gubernur, capres, cawapres, apapun itu mah takdir Allah. Tidak ada kata tidak maksimal. Jadi gubernur jilid dua juga maksimal apapun itu, yang penting hidup bermanfaat karena jabatan hanya kesementaraan,” kata Emil menambahkan.

Adapun survei Kompas terbaru ini dilakukan dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Survei dilakukan dengan mewawancara langsung 1.200 responden pada 24 September-7 Oktober 2022.

Tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen.

Sementara, Hasil survei lembaga Populi Center menyatakan elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden tertinggi dibanding tokoh lainnya.

Elektabilitas Ganjar sebesar 29,7 persen. Diikuti Anies Baswedan 29,2 persen dan Prabowo Subianto 27,6 persen. Ada 12,3 persen yang belum memutuskan dan 1,2 persen menolak menjawab.

Mengenai kandidat calon wakil presiden, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas 17,1 persen. Unggul dibanding tokoh lainnya.

Di bawah Ridwan Kamil ada Sandiaga Uno dengan elektabilitas sebesar 15,8 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 12,3 persen.

Lalu, Jenderal Andika Perkasa sebesar 8,3 persen, Erick Tohir sebesar 7,8 persen, dan Khofifah Indar Parawansa sebesar 7,3 persen.

Survei dilakukan pada periode 9-17 Oktober 2022 dengan melibatkan 1.200 responden dengan wawancara tatap muka.

Sampel diambil secara acak bertingkat dengan margin of error kurang lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(hyg/isn)


[Gambas:Video CNN]



Artikel ini bersumber dari www.cnnindonesia.com.