Refleksi Gempa Cianjur, BPBD DKI Minta Gedung Bertingkat Dipantau

Refleksi Gempa Cianjur, BPBD DKI Minta Gedung Bertingkat Dipantau

JawaPos.com – Berefleksi pada gempa yang terjadi di Cianjur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau agar kondisi keselamatan dan mitigasi gedung bertingkat di Jakarta dipantau oleh pemilik sampai manajemen dari aset tersebut demi memastikan bisa meminimalisasi efek dari bencana, termasuk gempa bumi.

“Para owner dan manajemen gedung bertingkat agar secara berkala memantau kondisi keselamatan dan mitigasi gedung bertingkatnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji dalam pesan singkatnya, dikutip Jumat (25/11).

Langkah tersebut perlu dilakukan, kata Isnawa, apalagi mengingat ada patahan di Selatan Jakarta yang berpotensi bergerak sewaktu-waktu.

“Walaupun, selama ini BPBD dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Keselamatan (Gulkarmat) atau Damkar rutin mengadakan sosialisasi pengamanan gedung bertingkat, tapi penting untuk dilakukan secara mandiri juga demi keselamatan,” katanya.

Untuk pemantauan tersebut, ia mengatakan bahwa para pemilik dan manajemen gedung bertingkat di Jakarta bisa melibatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Pemprov DKI Jakarta.

“Dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) DKI Jakarta, BPBD DKI Jakarta ataupun Dinas Gulkarmat DKI,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelaksana Pengolahan Data dan Informasi BPBD DKI Michael Sitanggang mengatakan, pihaknya juga melakukan sejumlah langkah mitigasi dalam upaya mengantisipasi ancaman gempa bumi di Jakarta.

Pertama adalah berkolaborasi dengan instansi terkait membuat rencana kontingensi penanggulangan bencana.

“Menyusun rencana kontigensi penanggulangan bencana gempa bumi di Provinsi DKI Jakarta dengan melibatkan instansi terkait seperti pemerintah pusat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta,” kata Michael.

Kedu, ia melanjutkan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan simulasi penanganan gempa bumi dengan memberikan materi-materi terkait penanganan gempa bumi, mulai dari evakuasi mandiri hingga pertolongan pertama bagi korban bencana dengan target peserta dari berbagai kalangan.

“Target peserta yakni masyarakat, relawan dan aparatur yang berada di gedung bertingkat, fasilitas publik, dan fasilitas umum lainnya,” ucapnya.

Ketiga, BPBD juga telah melaksanakan penerapan Sekolah atau Madrasah Aman Bencana (SMAB) sesuai dengan amanat Pergub Nomor 187 Tahun 2016 tentang Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Dari Bencana.

“Membuat pedoman dalam penggunaan rambu-rambu kebencanaan pada gedung sebagai mana diatur dalam Pergub Nomor 170 Tahun 2016 tentang Penggunaan Rambu Kebencanaan dan Sistem Penanggulangan Bencana pada Gedung,” ucap Michael.

Kelima, pihaknya telah membangun ruang literasi kebencanaan yang akan memberikan edukasi kepada masyarakat dengan penyediaan ruangan tematik untuk simulasi bencana.

Keenam juga telah memberikan edukasi kepada masyarakat terkait serba-serbi ancaman gempa bumi melalui website bpbd.jakarta.go.id dan kanal media sosial BPBD seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan Telegram.

“Dan terakhir, menyiagakan layanan nomor telepon kedaruratan Jakarta Siaga 112 sebagai kanal aduan bagi masyarakat Jakarta (bebas pulsa dan beroperasi 24 jam non stop),” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Tazkia Royyan Hikmatiar


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.