LAN RI Apresiasi Smart Kampung Banyuwangi

LAN RI Apresiasi Smart Kampung Banyuwangi

JawaPos.com – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Adi Suryanto melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Rabu (23/11) kemarin. Adi hadir untuk melihat langsung berbagai pelaksanaan inovasi pelayanan publik Banyuwangi, khususnya Program Smart Kampung.

Adi hadir bersama segenap jajaran di LAN RI. Turut hadir jajaran Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), serta tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB).

Turut mendampingi Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, beserta segenap jajaran OPD Pemkab Banyuwangi.

Adi mengatakan dirinya mengapresiasi Banyuwangi yang terus membudayakan inovasi. Salah satunya Smart Kampung yang dinilainya mampu menggerakkan transformasi digital hingga ke lini desa.

Menurut Adi, transformasi digital merupakan tonggak terwujudnya transformasi pelayanan publik. Dengan digitalisasi, masyarakat akan semakin dimudahkan dengan pelayanan yang semakin efektif dan efisien.

“Ini menjadi inspirasi bagi kami di LAN RI. Kalau desa-desa di Banyuwangi saja bisa jadi Smart dengan layanan yang serba digital, tentu kami pun bisa. Ini yang ingin kami pelajari agar bisa bertransformasi semakin baik lagi ke depan,” kata Adi.

Dalam kunjungannya, Adi bersama rombongan berkesempatan melihat langsung pelaksanaan Smart Kampung di Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Di sana, Adi dan tim melihat bagaimana proses pengurusan dokumen kependudukan dengan menggunakan anjungan mesin mandiri hanya dengan menggunakan KTP. Mereka juga melihat bagaimana kantor desa dibangun sebagai pusat aktivitas warga.

Dalam kunjungan itu, rombongan tim LAN RI tersebut juga melihat proses pelayanan publik di sejumlah kantor pelayanan yang lain, seperti Lounge Pelayanan Publik dan Mal Pelayanan Publik.

Diketahui, Smart Kampung merupakan program pengembangan pedesaan di Banyuwangi yang berupaya mendekatkan pelayanan publik hingga ke level desa lewat pemanfaatan teknologi informasi.

Program ini telah dijalankan sejak 2015. Setiap desa didesain memiliki kerangka program terintegrasi yang memadukan penggunaan TIK berbasis serat optik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

Banyuwangi lewat Smart Kampung-nya telah terpilih sebagai satu dari tiga daerah di Indonesia yang masuk dalam Jaringan Kota Cerdas ASEAN (ASCN). Sebanyak 26 kota/daerah dari 10 negara ASEAN terlibat dalam forum tersebut.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.