portal-rakyat.comPIKIRAN RAKYAT – Pelita Jaya bertekad membalas kekalahan final musim lalu saat menghadapi Satria Muda Pertamina, pada final Indonesia Basketball League ( IBL ) 2022, di GOR C-Tra Arena, Jalan Cikutra, Sabtu 27 Agustus 2022.

Pada final musim lalu, Pelita Jaya di­kalahkan Satria Muda Pertamina 2-1. Namun, jika pada final nanti Satria Muda menang, maka tim tersebut akan meraih gelar juara yang ke-11 kalinya, sejak era liga basket profesional di Indonesia lahir pada 2003.

Tentunya, itu akan menjadi rekor tersendiri untuk Satria Muda . Soalnya, mereka berhasil mencatatkan diri sebagai tim basket yang meraih gelar juara paling banyak di Indonesia.

Sementara, jika Pelita Jaya menjadi juara, hal itu akan menjadi gelar keempatnya. Terakhir mereka meraih gelar pada tahun 2017.

Pelatih Pelita Jaya , Fictor Roring mengatakan, perjalanan timnya hingga lolos ke final musim ini, sangat luar biasa.

Banyak sekali tantangan yang dihadapi mu­lai dari pemain yang dipanggil tim nasional, pemain cedera, hingga tim yang terpapar Covid-19.

”Kenyataannya, apa yang kita la­ku­kan tak segampang yang orang pikir­kan. Drama tahun ini lebih dari tahun lalu. Perjalanan sangat tidak mudah hingga bisa sampai di final dan sangat bersyukur bisa kembali di final berkat perjuangan luar biasa,” ujarnya, saat konferensi pers jelang final, di Equator Coffee & Gallery, Jalan Sulanjana, Jumat 26 Agustus 2022.

Fictor menambahkan, timnya sudah siap 100% untuk laga final. Dari segi fisik maupun mental, anak asuhnya sedang berada di puncak.

”Meskipun banyak mengandalkan pemain muda, Pelita Jaya optimistis bisa memberikan perlawanan sengit kepada lawan nanti,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Satria Muda Pertamina, Youbel Sondakh menuturkan, sama seperti Pelita Jaya , kondisi para pemainnya juga sedang di masa puncak. Mereka pun siap untuk “berperang” pada laga final pertama.

“Banyak drama tahun ini, tetapi saya salut kepada semua atlet karena sama se­perti Pelita Jaya , banyak pemain Satria Muda yang dipanggil oleh timnas. Saya bersyukur mereka sehat semua dan besok akan menjadi gim menarik buat para penonton,” katanya.

Direktur Utama IBL , Junas Miradiarsyah mengatakan, final nanti merupakan puncak dari regular season IBL tahun 2022. Dan. itu merupa­kan tahun kedua IBL diselenggarakan di tengah-tengah pandemi Covid-19.

“Kita tahu tidak mudah me­nyeleng­garakan kompeti­si di masa pandemi. Namun, kami ingin membuat momentum basket Indonesia semakin bangkit. Di tahun 2021, IBL bisa berjalan de­ngan segala keterbatasan dan tidak bisa disaksikan penonton. Namun, tahun menjadi liga pertama yang bisa disaksikan penonton dan kita akan terus berimprovisasi,” katanya.

Selain itu, dari segi antusiasme penonton juga sangat luar biasa. Berdasarkan sistem tiket, tercatat 21.000 penonton memadati Gor C-Tra Arena saat play-off dan semifinal. ”Ini rekor baru untuk IBL ,” kata Junas.***