News  

Tiga Ditangkap, Dua Menyerah, Penganiaya Pedagang Buah hingga Tewas

Tiga Ditangkap, Dua Menyerah, Penganiaya Pedagang Buah hingga Tewas

JawaPos.com- Baru serah terima jabatan (sertijab) beberapa hari lalu, Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdan langsung dihadapkan pekerjaan rumah besar. Yakni, salah satunya menuntaskan kasus kematian Eko Bayu Asmoro. Pekan lalu, pedagang buah berusia 21 tahun itu tewas setelah dikeroyok sekelompok pemuda di Pasar Gadung, Driyorejo.

Kematian pemuda asal Desa Sumberejo, Kecamatan Malo, Bojonegoro. tersebut meninggalkan pilu. Betapa tidak. Informasi yang dihimpun, istri di kampung halamannya tengah mengandung. Usia kehamilannya sudah 7 bulan.

Karena itu, saat lahir nanti, sang bayi itupun tidak sempat berjumpa dengan ayah kandungnya. Eko baru menikah dengan isttinya setahun lalu. Kabarnya, selama ini Eko dikenal pekerja keras. Berjualan buah dengan keliling ke sejumlah daerah. Untuk menghidupi keluarganya.

Sejauh ini, polisi telah mengamankan lima pelaku penganiayaan hingga membuat Eko meregang nyawa. Dari jumlah pelaku itu, tiga orang di antaranya menyerahkan diri ke kantor polisi dengan di antarkan keluarganya.

‘’Kami terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron. Seluruh identitas pelaku sudah dikantongi. Kami mengimbau agar pelaku kooperatif menyerahkan diri,’’ kata Aldhino.

Sebelumnya, korps Bhayangkara itu telah mengamankan tiga dari tujuh pelaku. Mereka adalah AE, 22, DN, 18, dan MA, 18. Namun Senin (21/11) pagi, polisi kembali mengamankan dua pelaku lain. Keduanya berinisial AJ, 18, dan AL, 29. “Tadi pagi (kemarin, Red) diserahkan oleh pihak keluarganya,” kata Aldhino.

Dia menjelaskan, pelaku yang diserahkan anggota keluarganya ke polisi itu merupakan anggota perguruan silat. Sebelumnya, pelaku bersangkutan sempat berusaha melarikan diri. Namun, setelah berkomunikasi dengan orang tuanya, akhirnya memilih menyerahkan diri. ‘’Total ada lima dari tujuh pelaku yang sudah diamankan dan menjalani pemeriksaan,’’ ungkapnya.

Lulusan Akpol 2015 itu menambahkan, dua pelaku lain masih buron dan namanya mereka sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Aldhino menegaskan, petugas akan terus memburu hingga seluruh pelaku tertangkap. ‘’Semua identitas sudah dikantongi. Sekali lagi, pelaku yang masih buron diimbau untuk menyerahkan diri saja,’’ tegasnya.

Seperti pernah diberitakan, Eko menjadi korban penganiayaan sejumlah oknum anggota perguruan silat di Pasar Gadung, Driyorejo. Dia tewas lantaran mengalami pendarahan di bagian otak.

Dalam keterangan sebelumnya, Kapolres Gresik AKBP Moch. Nur Azis mengungkapkan, motif penganiayaan itu karena korban mengenakan kaus perguruan silat yang diikuti pelaku. Setelah diinterogasi, ternyata korban bukan bagian perguruan silat bersangkutan.

“Jadi, peristiwa ini bukan pembunuhan, melainkan penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku dari anggota perguruan silat,” tandasnya.

Untik diketahui, kasus gesekan dengan melibatkan nama perguruan silat, selama ini sudah kerap kali terjadi di banyak daerah. Tidak terkecuali di Gresik. Padahal, sebetulnya beberapa kali dilakukan pertemuan-pertemuan untuk menjahit harmoni. Nyatanya,


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.