News  

Scaloni Mengingkari Pilihan Strategi Argentina

Scaloni Mengingkari Pilihan Strategi Argentina

JawaPos.com – Kemenangan 5-0 atas Uni Emirat Arab bukan hanya memperlihatkan kesiapan Argentina dalam laga terakhir sebelum Piala Dunia 2022.

Melainkan juga pilihan komposisi pemain dari pelatih Argentina Lionel Scaloni untuk menghadapi lawan pertama di Piala Dunia 2022, Arab Saudi.

UEA dipilih sebagai lawan uji coba tentu karena dianggap bertipikal sama dengan Arab Saudi.

Pada kenyataannya, kemarin (22/11) WIB, Scaloni melakukan perubahan terhadap komposisi starting XI saat menghadapi Arab Saudi di Lusail Iconic Stadium. Khususnya di lini pertahanan.

Seperti memilih Cristian Romero (Tottenham Hotspur) ketimbang Lisandro Martinez (Manchester United) sebagai tandem Nicolas Otamendi (SL Benfica) di jantung pertahanan.

Juga memainkan Nahuel Molina (Atletico Madrid) dan Nicolas Tagliafico (Olympique Lyon) sebagai fullback kanan dan kiri ketimbang Juan Foyth (Villarreal CF) dan Marcos Acuna (Sevilla FC).

Perubahan itu sedikit banyak memberi andil dua gol yang membobol gawang Emiliano Martinez, kiper Argentina, dalam rentang lima menit di awal babak kedua.

Masing-masing lewat Saleh Al-Shehri (48’) dan Salem Al-Dawsari (53’). Gol-gol yang membuat La Albiceleste –julukan Argentina– keok 1-2 setelah unggul lewat eksekusi penalti Lionel Messi pada menit ke-10.

Scaloni seolah ”mengakui” kesalahannya dengan memasukkan Licha –sapaan akrab Lisandro Martinez- dan Acuna setelah tertinggal.

Striker Manchester City Julian Alvarez yang membuka kemenangan atas UEA juga lebih memberi ancaman ketika masuk menggantikan Papu Gomez.

”Ini (kekalahan oleh Arab Saudi, Red) di luar perkiraan karena kami bermain bagus di babak pertama dan semestinya bisa unggul 2-0.”

”Sekarang saatnya melupakan hasil ini dan bangkit (di laga berikutnya, lawan Meksiko, 27/11, Red),” kata Scaloni seperti dilansir Clarin.

Kekalahan oleh Arab Saudi tak pelak menghentikan laju tak terkalahkan Argentina sampai 36 laga (27 menang, 9 seri) sejak 2 Juli 2019.

Padahal, La Albiceleste hanya butuh satu laga lagi untuk menyamai rekor unbeaten Italia dalam 37 laga (30 menang, 7 seri) pada periode 18 Oktober 2018 sampai 6 Oktober 2021.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.