News  

Rupiah ditutup anjlok 120 poin, terdampak perlambatan ekonomi China

Rupiah ditutup anjlok 120 poin, terdampak perlambatan ekonomi China

Rupiah melemah karena data eksternal yang cukup kuat, terutama setelah rilis data pertumbuhan ekonomi China yang hanya 3 persen, ekspektasnya kan 5,5 persen. Ini mengindikasikan perlambatan ekonomi global…

Jakarta (ANTARA) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore ditutup turun seiring dengan ekonomi China yang tumbuh jauh melambat.

Rupiah ditutup melemah tajam 120 poin atau 0,80 persen ke posisi Rp15.165 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.045 per dolar AS per dolar AS.

“Rupiah melemah karena data eksternal yang cukup kuat, terutama setelah rilis data pertumbuhan ekonomi China yang hanya 3 persen, ekspektasnya kan 5,5 persen. Ini mengindikasikan perlambatan ekonomi global sudah terlihat,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Kekhawatiran akan resesi global yang diperkuat oleh survei Forum Ekonomi Dunia yang menunjukkan bahwa dua pertiga dari para ekonom yang disurvei memperkirakan resesi tahun ini.

Ibrahim mengatakan faktor eksternal lain yang mempengaruhi pelemahan rupiah hari ini adalah kemungkinan kebijakan dari Bank Sentral Jepang (Bank of Japan) untuk menaikkan suku bunga. Perubahan kebijakan tersebut juga akan menambah penguatan dolar AS sehingga rupiah akan kembali melemah.

Baca juga: Dolar melayang ke posisi terendah, Yen dekat level tertinggi 7-bulan

“Kebijakan dari bank sentral Jepang yang kemungkinan besar dalam pertemuan besok di hari Rabu ini akan memutuskan mungkin bukan lagi mempertahankan suku bunga, bisa saja menaikkan suku bunga,” ujarnya.

Faktor lainnya adalah perang di Ukraina yang sampai saat ini terus berkecamuk, yang memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga komoditas.

Para investor juga masih menunggu dan menantikan hasil pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk kebijakan BI mendatang terkait suku bunga acuan.

Pada Kamis (19/1) BI diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Kenaikan suku bunga tersebut bertujuan untuk menahan laju inflasi karena harga komoditas dalam negeri cukup melambung tinggi.

Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp15.128 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp15.117 per dolar AS hingga Rp15.180 per dolar AS.

Sementara itu kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp15.154 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.019 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah melemah, investor tunggu kebijakan suku bunga acuan BI

Baca juga: Rupiah Selasa pagi melemah 90 poin

 

Pewarta: Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2023

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.

error: Content is protected !!