News  

Merajut Harapan Menjadi Juara

Merajut Harapan Menjadi Juara

JawaPos.com – Callista Zalfa Wibisono, 9, pantang menyerah untuk terus mencoba meraih Djarum Beasiswa Bulutangkis. Usaha pertama bahkan ditempuh saat masih berusia 7 tahun.

Audisi Umum PB Djarum 2022 adalah kesempatan kedua yang dilakoni Callista demi mengejar cita-cita menjadi atlet bulutangkis profesional. Harapan yang sama juga diinginkan 15 atlet asal Surabaya dan 292 atlet dari berbagai kota di Jawa Timur yang ikut Audisi Umum PB Djarum 2022.

Ada 2.386 atlet seperti Callista dari berbagai penjuru tanah air yang mendaftar Audisi Umum PB Djarum 2022 untuk mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis.

Audisi umum untuk mencari bibit-bibit berkualitas calon juara bulutangkis itu berlangsung pada 19–23 Oktober 2022 di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah.

”Mereka yang terpilih bergabung dengan PB Djarum nantinya adalah atlet-atlet yang bisa menunjukkan kemampuan dan daya juang tinggi selama proses audisi,” ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin.

KOMITMEN TINGGI: Yoppy Rosimin, program director Bakti Olahraga Djarum Foundation (keempat dari kanan atas), bersama 16 legenda bulutangkis yang masuk tim pencari bakat. (PB Djarum untuk JawaPos.com)

Proses audisi dibagi dalam dua kelompok usia, yakni U-11 dan U-13. Seleksi dilakukan ketat, mulai screening, turnamen, hingga karantina, yang berlangsung tiga minggu. Sebanyak 51 atlet yang berhasil masuk tahap karantina akan menjalani tes fisik, tes kesehatan, dan psikotes.

’’Kami berharap bisa mendapatkan atlet berkarakter yang memiliki bakat dan skill mumpuni serta semangat juang dan mental sebagai juara,” kata Ketua Tim Pencari Bakat Sigit Budiarto.

Audisi Umum PB Djarum 2022 mengusung tema Teruskan Semangat Juara. Ada 16 legenda bulutangkis yang dilibatkan untuk menyeleksi langsung calon penerus estafet prestasi bulutangkis Indonesia di masa depan.

Selain menjadi ajang pencarian bakat, audisi juga dimeriahkan dengan kegiatan edukasi dalam bentuk coaching clinic dan peluncuran buku berjudul Pembinaan Badminton Berbasis Sport Science oleh Basri Yusuf, mantan atlet pelatnas. Area di sekitar lokasi audisi juga diramaikan dengan stan kuliner khas Kudus, penjualan merchandise, dan game bertema bulutangkis.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.