News

Bahaya Buat Janin Bun! 5 jenis Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Saat Hamil

Portal-Rakyat – Selama masa kehamilan, Bunda perlu menjaga nutrisi agar tetap terpenuhi. Untuk itu, Bunda bisa mendapatkannya dari makanan bergizi dan sehat.

Selain itu, Bunda juga perlu memilah makanan selama hamil. Ini karena tak semua jenis makanan bisa dikonsumsi dan beberapa di antaranya dilarang karena berbahaya untuk janin.

Dikutip dari Mayo Clinic, sebagian besar makanan dapat memengaruhi kesehatan Bunda dan bayi Bunda tanpa disadari. Untuk itu, mencari tahu makanan apa yang harus dihindari selama kehamilan adalah cara yang tepat. Dengan begitu, Bunda dan bayi akan terhindar dari dampak buruknya.

Nah, berikut telah HaiBunda rangkum 5 makanan dan minuman yang harus Bunda hindari atau dikurangi porsinya saat hamil, seperti dikutip dari Healthline:

  1. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi

Merkuri adalah unsur yang sangat beracun dan terkandung dalam beberapa ikan. Merkuri tidak memiliki tingkat paparan aman yang diketahui dengan jelas.

Senyawa beracun ini paling sering ditemukan di air yang tercemar. Dalam jumlah yang lebih tinggi, merkuri bisa menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan, dan ginjal Bunda.

Merkuri juga dapat menyebabkan masalah perkembangan yang serius pada anak-anak, dengan efek samping bahkan dalam jumlah yang lebih rendah. Karena ditemukan di laut yang tercemar, ikan laut berukuran besar dapat mengakumulasi merkuri dalam jumlah tinggi. Karena itu, sebaiknya hindari ikan merkuri tinggi saat hamil dan menyusui.

  1. Ikan setengah matang atau mentah

Hal ini akan sulit bagi Bunda penggemar sushi, tapi ini penting untuk diperhatikan ya Bunda. Ikan mentah, terutama kerang, dapat menyebabkan beberapa infeksi. Ini bisa berupa infeksi virus, bakteri, atau parasit, seperti norovirus, vibrio, Salmonella, dan Listeria.

Bakteri Listeria dapat ditularkan ke bayi Bunda melalui plasenta, bahkan jika Bunda tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Ini dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya.

Beberapa dari infeksi ini mungkin hanya mempengaruhi Bunda, menyebabkan dehidrasi dan kelemahan. Namun infeksi lain dapat ditularkan ke bayi Bunda dengan konsekuensi serius, atau bahkan fatal. Jadi, hindari untuk makan makanan mentah ya Bunda.

Bakteri ini dapat ditemukan di tanah dan air atau tanaman yang terkontaminasi. Ikan mentah dapat terinfeksi selama pemrosesan, termasuk pengasapan atau pengeringan Bunda.

“Sangat disarankan untuk menghindari ikan mentah dan kerang, termasuk banyak hidangan sushi. Tapi jangan khawatir, Anda akan lebih menikmatinya setelah bayi lahir dan lebih aman untuk makan lagi nanti,” kata Jillian Kubala ahli gizi ibu hamil di New York dilansir HealthLine, Kamis (18/11).

  1. Daging setengah matang, mentah, dan olahan

Selain ikan mentah, Bunda juga perlu menghindari daging yang kurang matang saat hamil. Makan daging setengah matang atau mentah meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk toksoplasma, E coli, Listeria, dan Salmonella.

Bakteri dapat mengancam kesehatan si kecil Bunda, dapat menyebabkan lahir mati atau penyakit neurologis yang parah, termasuk cacat intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

  1. Telur mentah

Telur mentah dapat terkontaminasi bakteri Salmonella Bunda. Gejala infeksi salmonella yang bisa Bunda rasakan yaitu demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati Bunda.

  1. Susu, keju, dan jus buah yang tidak dipasteurisasi

Susu mentah dan keju yang tidak dipasteurisasi dapat mengandung berbagai bakteri berbahaya untuk ibu hamil, termasuk Listeria, Salmonella, E. coli, dan Campylobacter. Hal yang sama berlaku untuk jus yang tidak dipasteurisasi, yang juga rentan terhadap kontaminasi bakteri. Infeksi ini semuanya dapat memiliki konsekuensi yang mengancam jiwa untuk bayi yang belum lahir Bunda.

Bakteri dapat terjadi secara alami atau disebabkan oleh kontaminasi selama pengumpulan atau penyimpanan. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk, jadi pastikan mengonsumsi makanan yang sudah dipasteurisasi ya Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top