News  

IHSG awal pekan melemah, pasar nantikan rilis data neraca perdagangan

IHSG awal pekan melemah, pasar nantikan rilis data neraca perdagangan

Untuk pergerakan IHSG hari ini berlawanan dengan pergerakan bursa global yang mayoritas bergerak menguat, namun secara teknikal kami sudah sampaikan bahwa IHSG rawan koreksi…

Jakarta (ANTARA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan terkoreksi seiring pelaku pasar yang menantikan rilis data neraca perdagangan Oktober 2022.

IHSG ditutup melemah 69,82 poin atau 0,98 persen ke posisi 7.019,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 11,92 poin atau 1,18 persen ke posisi 1.001,02.

“Untuk pergerakan IHSG hari ini berlawanan dengan pergerakan bursa global yang mayoritas bergerak menguat, namun secara teknikal kami sudah sampaikan bahwa IHSG rawan koreksi minor setelah akhir pekan kemarin menguat cukup signifikan,” kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Dari sisi lain, lanjut Herditya, ia menilai investor juga cenderung wait and see untuk menanti rilis data neraca perdagangan yang diperkirakan menyusut dan menanti Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan digelar pada tengah pekan ini.

Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus bergerak di zona merah sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga penutupan bursa saham.

Baca juga: IHSG Senin pagi dibuka menguat tipis 7,48 poin

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 2,31 persen, diikuti sektor energi dan sektor keuangan masing-masing turun 0,96 persen dan 0,94 persen. Sedangkan dua sektor meningkat yaitu sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan masing-masing sebesar naik 0,67 persen dan 0,66 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, HOPE, MPPA, TOBA, dan IRRA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BSBK, TCPI, PNLF, ENRG, dan AKRA.

Untuk saham-saham LQ45 yang mengalami penguatan terbesar yaitu AMRT, MDKA, CPIN, INDF, dan UNVR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BBRI, TLKM, GOTO, BBCA, dan BMRI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.431.107 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,46 miliar lembar saham senilai Rp12,71 triliun. Sebanyak 235 saham naik, 295 saham menurun, dan 179 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 300,1 atau 1,06 persen ke 27.963,47 Indeks Hang Seng naik 294,05 atau 1,7 persen ke 17.619,71, Indeks Shanghai terkoreksi 3,89 poin atau 0,13 persen ke 3.083,4, dan Indeks Straits Times menguat 33,09 poin atau 1,02 persen ke 3.261,42.

Baca juga: Saham China ditutup melemah, Indeks Shanghai turun 0,13 persen

Baca juga: Saham Asia mengambil jeda setelah mencatat reli kuat pekan lalu

 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Artikel ini bersumber dari www.antaranews.com.