News  

Dari Pasukan Berkuda, Kapal Perang, sampai Pasukan Elite

Dari Pasukan Berkuda, Kapal Perang, sampai Pasukan Elite

JawaPos.com – Saat 14 KRI TNI Angkatan Laut menyisiri semua sudut perairan Bali, puluhan pasukan berkuda Polri berpatroli di jalanan Nusa Dua, Badung. Sementara di Banyuwangi, wilayah ujung timur Pulau Jawa, pengamanan juga dilakukan di bandara setempat yang turut menyangga pelaksanaan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20.

Semuanya merupakan bagian pengamanan menyeluruh KTT G20 yang hari ini memasuki hari pertama penyelenggaraan. “Pasukan berkuda melaksanakan patroli setiap waktu di kawasan BNDCC (Bali Nusa Dua Convention Center),” kata Kabidhumas Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto seperti dilansir Jawa Pos Radar Bali kemarin.

Patroli pasukan berkuda itu dimulai dari sepanjang jalan utama, pintu masuk kawasan BNDCC tempat berlangsungnya kegiatan, hingga hotel tempat para delegasi menginap. TNI-AL juga mengungkapkan bahwa seluruh kapal perang yang mereka kerahkan sudah berada di sekeliling Bali. Mereka ditempatkan di titik-titik strategis.

Panglima Komando Armada (Koarmada) II Laksamana Muda TNI T.S.N.B. Hutabarat mengatakan, tidak satu pun sektor strategis di perairan Bali dan sekitarnya yang luput dari perhatian satuan tugas laut yang dia pimpin. ”TNI-AL yang merupakan satuan tugas laut membagi kekuatannya berdasar sektor yang mengelilingi Pulau Bali,” ungkapnya melalui keterangan resmi Dinas Penerangan TNI-AL (Dispenal) kemarin (14/11).

Secara keseluruhan, Hutabarat menyebut ada 14 KRI yang berada dalam posisi siap tempur selama KTT G20 berlangsung. Belasan kapal perang itu juga didukung dengan kekuatan dari beberapa pasukan elite Angkatan Laut. Mulai Komando Pasukan Katak, Pasukan Intai Amfibi Korps Marinir, sampai para penyelam dari Dinas Penyelaman Bawah Air. Mereka bersiaga sampai 19 November mendatang.

Selain itu, Angkatan Laut sudah menyiagakan seluruh unsur udara yang memiliki kemampuan anti-kapal selam. Mereka siap digerakkan kapan pun dari atas KRI.

Penebalan pasukan pun sudah dilakukan oleh TNI -AL. Baik di pangkalan maupun titik-titik penting lain. Langkah itu diambil agar akses keluar masuk Pulau Dewata melalui jalur laut benar-benar aman dan steril.

Lebih lanjut, Hutabarat mengungkapkan bahwa pihaknya juga memberlakukan pengamanan berlapis di perairan Bali dan sekitarnya. ”Mulai dari pantai hingga menjauhi pantai menuju laut dan bersinggungan dengan pola (pengamanan) sektor,” imbuhnya.

Kesiapan tersebut merupakan implementasi perintah Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono kepada seluruh personel yang bertugas. Kepada anak buahnya, Yudo sudah meminta agar mereka juga memastikan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dalam keadaan aman.

Di Banyuwangi, Jawa Pos Radar Banyuwangi melaporkan, personel Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara menjaga ketat Bandara Banyuwangi. Tidak hanya di pintu masuk, pasukan elite TNI-AU tersebut juga disebar di seluruh sudut. Mulai tempat parkir sepeda motor, mobil, hingga terminal bandara. Mereka semua mengenakan pakaian doreng lengkap dengan senjata laras panjang yang diselempangkan di depan dadanya.

Para personel tersebut sudah berada di Banyuwangi sejak Jumat (11/11) lalu. Mereka diangkut dengan menggunakan pesawat Hercules A-1338 dari Skuadron Udara 33 Makassar dan Hercules A-1317 dari Skuadron Udara 31 Halim Perdanakusuma. Mereka bertugas dalam rangka mengamankan Bandara Banyuwangi.

Maklum, di bandara tersebut terdapat enam pesawat private jet delegasi KTT G20 yang sedang melakukan RON (remain over night) atau parkir mulai Sabtu (12/11) hingga Jumat (18/11). Dari enam pesawat itu, lima pesawat dari delegasi KTT G20 Tiongkok dan satu pesawat dari Indonesia.

”Personel disiagakan selama 24 jam dengan bergantian, pagi, siang, dan malam,” ujar Dansatgasud Bandara Banyuwangi Kolonel (Pnb) Wisnu Aji Prabowo.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/idr/dre/ded/c17/ttg


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.