Kesehatan

Tetap Amankah Konsumsi Jamu Pelangsing Saat Menyusui?

Amankah Konsumsi Jamu Pelangsing Saat Menyusui

PORTAL-RAKYAT – Setelah melahirkan, melihat sisa-sisa bobot kehamilan rasanya gemas ya, Bunda. Jadi ingin segera langsing seperti sebelum hamil. Nah, biar cepat langsingnya, bolehkah Bunda menyusui minum jamu pelangsing yang diklaim aman dan alami?

Memang sih, sebaiknya Bunda menyusui perlu bersabar dan tidak sembarangan mengonsumsi berbagai obat termasuk jamu herbal ya. Karena, dikhawatirkan ada potensi kontaminasi produk herbal dengan obat-obatan konvensional, pestisida, atau logam berat.

Apalagi herbal yang mengandung pyrrolizidine alkaloids (PAs) dapat bersifat hepatotoksik dan berpotensi berbahaya bagi bayi yang terpapar melalui ASI.

Beberapa sumber menyarankan untuk tidak menggunakan tanaman yang mengandung antranoid, yang memiliki efek pencahar. Obat-obatan herbal lainnya memiliki efek hormonal yang berisiko bagi ibu menyusui. Selain itu, busui juga harus menghindari obat-obatan herbal yang mengandung konstituen dengan sifat obat penenang karena potensi efek samping pada bayi.

“Jika obat herbal diminum selama menyusui, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter ataupun tim medis lainnya. Dan, pastikan produk harus berasal dari sumber yang memiliki reputasi baik,” seperti dikatakan Anna Burgess, Pharmacist Team Leader dikutip dari laman Nhs.

Dengan begitu, dokter akan mempertimbangkan apakah boleh tidaknya ibu menyusui mengonsumsi obat herbal ataupun jamu pelangsing yang diklaim aman dan alami. Sebab, risiko efek samping pada bayi yang disusui lebih tinggi untuk bayi prematur atau bayi yang sangat muda dan pada mereka yang memiliki komorbid.

Melansir Live Strong, banyak suplemen pelangsing yang dijual bebas dengan bertindak sebagai diuretik sehingga dapat menurunkan berat badan, merangsang sistem saraf untuk meningkatkan energi dan aktivitas atau meningkatkan kadar serotonin sehingga Bunda merasa kenyang dan makan lebih sedikit.


Meskipun jenis suplemen ini dapat secara efektif menurunkan berat badan, biasanya hal ini tak akan memberikan hasil jangka panjang. Dengan menurunkan berat badan melalui efek diuretik sebenarnya kontraproduktif karena tubuh membutuhkan cairan yang cukup untuk memproduksi ASI. Selain itu, suplemen pelangsing juga mungkin mengandung zat yang dapat berdampak buruk pada bayi.

Menurut The American Academy of Pediatrics, jenis suplemen ini tidak diatur seperti halnya obat-obatan dan produsen tidak harus membuktikan keefektifan atau keamanannya sebelum suplemen tersebut dipasarkan.

Beberapa bahan penurun berat badan diketahui berbahaya jika sedang menyusui. Stimulan seperti gingseng, yerba mate, dan green tea dapat memengaruhi tidur atau makan bayi dan mungkin berbahaya, seperti dikatakan Kelly Bonyata, seorang spesialis laktasi, seperti dikutip dari laman Kellymom.

Ketika Bunda ‘ngebet’ ingin menurunkan berat badan, Bunda perlu membakar lebih banyak kalori daripada yang dimakan. Menyusui saja dapat membakar 500 hingga 600 kalori setiap hari.

Pembakaran kalori ekstra dapat membantu menurunkan berat badan bayi atau bahkan membawa berat badan Bunda ke sebelum hamil. Namun, Bunda tak boleh berfokus pada penurunan berat badan bayi sampai setelah enam minggu setelah melahirkan. Jika tidak, hal itu dapat memengaruhi suplai ASI dan memperlambat penyembuhan setelah melahirkan.

Ingat, dibutuhkan sembilan bulan untuk menambah berat badan selama kehamilan. Jadi, Bunda pun harus memberikan waktu untuk menurunkannya secara bertahap.

Ketimbang mencoba jamu pelangsing atau herbal dan suplemen pelangsing yang dijual bebas di pasaran yang mungkin berbahaya bagi kesehatan bayi, cobalah menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. Salah satunya dengan mengubah pola makan dan olahraga rutin.

Isilah piring dengan makanan rendah kalori yang kaya nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak dan susu tanpa lemak daripada makanan olahan seperti kue kering, cake, makanan cepat saji, gorengan, dan soda.

Kemudian, makanlah dalam porsi kecil dan sering untuk menghindari rasa lapar dan meningkatkan tingkat energi. Perbanyak juga minum air putih minimal 8 gelas sehari agar tetap terhidrasi.

Minum putih dapat membantu Bunda menurunkan berat badan karena rasa haus sering disalahartikan sebagai rasa lapar. Saat merasa lapar, minumlah segelas air dan tunggu 20 menit. Kelaparan pun akan berlalu.

Dan, penting diingat bahwa seperti halnya menyusui, olahraga juga membantu membakar kalori. Plus, olahraga rutin dapat membantu memberi energi. Tak ada salahnya melakukan cara yang aman agar tubuh langsing digapai dan bayi pun tetap terjaga kesehatannya.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERPOPULER

To Top