Mengenal Fomepizole, Obat Penawar Gagal Ginjal Akut yang Didatangkan dari Luar Negeri

Mengenal Fomepizole, Obat Penawar Gagal Ginjal Akut yang Didatangkan dari Luar Negeri

portal-rakyat.com – Obat Fomepizole dinilai memiliki efek positif untuk dapat memicu kondisi pasien gagal ginjal akut menjadi lebih baik.

Berdasarkan hasil uji coba, Fomepizole dapat membuat volume urin penderita gagal ginjal lebih banyak dari sebelumnya.

Keterangan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu.

“Jadi pasien itu biasanya ginjalnya terganggu dia enggak bisa kencing, enggak bisa keluar air seni, tapi begitu dikasih obat (fomepizole) mereka mulai keluar sedikit demi sedikit (air seni), ada yang sudah mulai banyak, dan yang tadinya tidak sadar mulai sadar kembali,” katanya, dikutip pada Kamis, 27 Oktober 2022.

“Dan kita sudah lakukan tes, kalau itu diberikan dengan dosis seusai analisa teman-teman di RSCM (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo) itu perbaikan ginjalnya terasa,” ujarnya melanjutkan.

Oleh karena hal tersebut, Budi Gunadi pun menjelaskan bahwa pihaknya akan sesegera mungkin untuk mendatangkan obat Fomepizole dari sejumlah negara ke Indonesia.

“Kami bisa simpulkan bahwa obat ini ( Fomepizole ) memberikan dampak positif dan kami akan mempercepat kedatangannya ke Indonesia,” ucapnya.

Adapun, sebanyak 26 vial Fomepizole dari Singapura 16 vial dari Australia telah tiba di Indonesia. Kementerian Kesehatan pun akan kembali mendatangkan Fomepizole dari Amerika Serikat dan Jepang.

“Kita sedang proses untuk beli dari Amerika (Serikat), mereka punya stok enggak terlampau banyak di sana. Kita juga sekarang sedang dalam proses untuk beli dari Jepang, mereka ada stok sekitar 2.000-an,” tuturnya.

Lantas, apa itu obat Fomepizole yang dipercaya dapat menjadi penawar bagi penyakit gagal ginjal akut ? Berikut penjelasan yang telah dirangkum oleh Pikiran-Rakyat.com.

Fomepizole adalah jenis obat antidot berbentuk injeksi yang dapat menghambat alkohol dehidrogenase atau enzim yang berada di dalam tubuh yang metabolismenya terdapat kandungan etilen glikol dan metanol.

Nantinya, Fomepizole akan diberikan dengan injeksi intravena (infus) dengan dosis awal sebanyak 1,5 gram, kemudian dosis berikutnya sebanyak 1 gram dan dilanjut pemberian dosis sebanyak 1,5 gram lagi.

Adapun, Fomepizole akan diberikan sebanyak lima kali suntikan kepada pasien gagal ginjal akut .

Diketahui, injeksi Fomepizole tersebut memiliki sejumlah efek samping, di antaranya yaitu sakit kepala, mual, pusing, mengantuk hingga rasa logam yang akan muncul di mulut.

Berdasarkan keterangan Budi Gunadi, nantinya Fomepizole akan diberikan secara gratis kepada pasien gagal ginjal akut .

“Kami akan memberikan obatnya kepada pasien AKI secara gratis. Ini kesiapan yang kami lakukan untuk menyediakan penawarnya untuk distribusikan ke seluruh rumah sakit pemerintah yang merawat pasien AKI,” katanya.***

”Artikel ini bersumber sekaligus hak milik dari website pikiran-rakyat.com. Situs https://portal-rakyat.com adalah media online yang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terpercaya dan menyajikannya dalam satu portal berita online (website aggregator berita). Seluruh informasi yang ditampilkan adalah tanggung jawab penulis (sumber), situs https://portal-rakyat.com tidak mengubah sedikitpun informasi dari sumber.”