Ternyata Ini Alasan Estonia Tolak Batas Harga Minyak Rusia yang Diusulkan oleh Uni Eropa

Ternyata Ini Alasan Estonia Tolak Batas Harga Minyak Rusia yang Diusulkan oleh Uni Eropa

Menlu Estonia meminta Uni Eropa tetapkan batas harga untuk minyak Rusia di level USD 30 per barel

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu pada Kamis (24/11) mengatakan bahwa batas harga minyak Rusia yang diusulkan oleh Komisi Eropa masih terlalu tinggi dan pihaknya kemungkinan akan memblokir rencana tersebut.

Menurutnya, rencana Uni Eropa menetapkan batas harga minyak Rusia di level USD 65 atau USD 70 per barel masih terlalu tinggi, sehingga meski rencana tersebut diberlakukan, Rusia masih bisa mendapatkan pendapatan yang signifikan.

“Estonia menemukan bahwa ambisi cakrawala harga terlalu rendah, mengingat UE juga telah gagal menyepakati paket sanksi kesembilan. Batasannya tampaknya terlalu tinggi,” kata Reinsalu pada konferensi pers pemerintah, dikutip media pemerintah Estonia, ERR.

Krisis Energi Bakal Hantam Eropa Tahun Depan

Sebelumnya, kepala energi Uni Eropa Kadri Simson mengonfirmasi bahwa anggota blok telah gagal mencapai kesepakatan mengenai batas harga minyak Rusia, tetapi mengatakan negosiasi akan berlanjut.

Jika batas harga itu disetujui, maka semua perusahaan yang berasal dari negara-negara Eropa dilarang memberikan asuransi, perantara, atau bantuan keuangan kepada kapal yang memuat minyak mentah Rusia, kecuali komoditas tersebut dibeli di bawah batas harga yang disepakati. Batasan harga diharapkan dapat menurunkan pendapatan Rusia dari sektor minyak, sambil tetap menjaga rantai pasokan minyak global.

Beberapa negara anggota Uni Eropa lainnya, salah satunya Polandia, juga tidak setuju dengan batas harga yang diajukan oleh Komisi Eropa. Negara-negara itu juga mendorong agar batas atas harga diberlakukan pada level USD 30 per barel. Sementara itu, negara-negara dengan industri perkapalan besar seperti Yunani dan Malta bersikeras bahwa batas tersebut tidak boleh di bawah USD 70.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova, pada Kamis (24/11) mengatakan bahwa Moskow akan memberlakukan embargo terhadap negara-negara yang ikut menerapkan batasan harga minyak Rusia yang diusulkan negara-negara Kelompok Tujuh (G7).

“Kami telah berulang kali mengatakan bahwa pengenalan batas atas harga untuk minyak Rusia adalah tindakan anti-pasar, itu mengganggu rantai pasokan, dan dapat secara signifikan memperumit situasi di pasar energi global,” kata Zakharova dalam pengarahan pada hari Kamis, dikutip RT.com.

Ia menambahkan bahwa Rusia tidak akan mengirim pasokan minyak kepada negara-negara yang mendukung rencana pembatasan harga itu.

Dia menekankan bahwa pemberlakukan batas harga dapat “merusak sistem perdagangan dunia dan menciptakan preseden berbahaya, tidak hanya di pasar energi, tetapi juga untuk perdagangan internasional secara umum.”

Swiss Keluarkan Kebijakan Embargo Senjata terhadap Ukraina dan Rusia


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.