Sumbagsel Ketambahan Produksi Minyak 14.187 bopd dan Gas 67,5 MMSCFD

Sumbagsel Ketambahan Produksi Minyak 14.187 bopd dan Gas 67,5 MMSCFD

JawaPos.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Sumbagsel mencatat mendapat tambahan produksi migas masing-masing sebesar 14.187 Barel Minyak Per Hari (bopd) dan 67,50 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Kepala Departemen Operasi mewakili Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto menuturkan, tambahan produksi diperoleh dari pengeboran sumur eksploitasi yang berjumlah 49 di wilayah Sumatera bagian selatan (Sumbagsel).

“SKK Migas dan KKKS Wilayah Sumbagsel telah berhasil mendapatkan tambahan produksi 14.187 barel minyak per hari dan 67,50 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dari pengeboran sumur eksploitasi atau sumur pengembangan sebanyak 49 sumur Wilayah Sumbagsel,” kata Bambang Dwi Djanuarto dalam keterangan resmi yang diterima JawaPos.com, Minggu (22/1).

Selain berhasil dalam kegiatan pengeboran pengembangan, dalam rangka menambah cadangan migas di wilayah Sumbagsel, SKK Migas dan KKKS juga telah menyelesaikan pengeboran eksplorasi sebanyak 8 sumur sepanjang 2022. Ia menjelaskan, dari hasil pengeboran eksplorasi di wilayah Sumbagsel sebanyak 6 sumur diperoleh temuan hidrokarbon sebesar 4.396 barel minyak per hari dan gas 34,75 MMSCFD yaitu Sumur Wilela-01 (PHR Zona-4), Sumur JTB 2X (PHE Ogan Komering).

“Sumur SRT-1X (PHE Jambi Merang), Sumur Sungai Anggur Selatan-1 dan sumur Re-Entry Rimbo-1 (Sele Raya Belida) dan Sumur Flamboyan (Medco EP Indonesia). Sebanyak 1 sumur yaitu Sumur BDA-2X (PHE Ogan Komering) tidak mendapatkan hidrokarbon,” jelas Bambang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pengeboran sumur eksploitasi terus digenjot untuk mengejar target lifting pada 2023 di Wilayah Sumbagsel yang ditetapkan dalam APBN 2023. Adapun targetnya, sebesar 70.489 barel minyak per hari dan 1.441 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Atas taregt itu, pihaknya akan melakukan upaya antara lain dengan melakukan pengeboran eksploitasi atau pengembangan sebanyak 80 sumur pengembangan, kerja ulang sebanyak 113 sumur, dan perawatan sumur sebanyak 2.257 sumur. “Juga ada proyek LTRO-1B di Medco Grissik Ltd yang diharapkan selesai di tahun ini sehingga bisa menambah produksi gas sebesar 45 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD),” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementrian ESDM RI, Tutuka Ariadji berpesan agar seluruh proses pengeboran dapat terus memperhatikan keselamatan kerja dan lingkungan. Demikian dia sampaikan dalam kunjungannya ke lokasi pengeboran sumur Benuang D-2 dan Pertamina Hulu Rokan Regional-1 Zona-4.

“Dalam kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi khususnya pengeboran sangat ringgi resikona karena itu agar diperhatikan dan serta selalu menjaga keselamatan kerja dan lindungan lingkungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Tutuka.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.

error: Content is protected !!