PDIP Kalahkan PKS dan Gerindra di DKI

PDIP Kalahkan PKS dan Gerindra di DKI

Jakarta, CNN Indonesia

PDIP menduduki peringkat pertama dalam survei elektabilitas partai yang dirilis Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) pada Senin (14/11).

Elektabilitas PDIP mencapai 17,3 persen. Di posisi kedua ada PKS dengan 13,5 persen, disusul Gerindra 10,4 persen, Demokrat 6,8 persen, dan Golkar di peringkat kelima dengan 5,9 persen.

“PDIP masih kokoh menjadi yang teratas 17,3 persen, disusul PKS 13,5 persen, Gerindra 10,4 persen, Demokrat 6,8 persen, Golkar 5,9 persen,” kata Direktur Eksekutif Indostrategic, Khoirul Umam dalam keterangannya.

Di posisi keenam ada NasDem dengan elektabilitas mencapai 4,5 persen, dan disusul PKB di posisi ketujuh dengan 3,8 persen.

Elektabilitas NasDem tak terdongkrak meski telah mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Pilpres 2024.

Sementara di posisi kedelapan berturut-turut ada PKB dengan 3,8 persen, PPP 2,9 persen, PSI 1,9 persen, dan PAN sebesar 1,7 persen.

Survei Indostrategic dilakukan pada 8-16 Oktober terhadap 1.200 responden warga DKi berusia di atas 16 tahun atau sudah menikah.

Responden dipilih secara acak bertingkat dengan margin of error sekitar 2,8 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Sementara, hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) memperlihatkan bahwa elektabilitas PDIP secara nasional berada di 24 persen. Peringkat dua diduduki Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang kemudian diikuti Partai Golongan Karya (Golkar) di peringkat tiga.

“Dibanding hasil pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19.3 persen menjadi 24 persen. Gerindra stabil dari 12,6 persen menjadi 13,4 persen. Golkar menurun dari 12,3 persen menjadi 8,5 persen,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani dalam keterangannya, Minggu (30/10).

Sementara itu, dia melanjutkan, parpol lain juga cenderung menurun. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari 9,7 persen menjadi 7,1 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari 8,2 persen menjadi 6,9 persen, Partai Demokrat dari 7,8 persen menjadi 5,5 persen, dan Partai NasDem dari 9,1 persen menjadi 5,4 persen.

Sementara partai yang berada di posisi paling bawah adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari 4,5 persen menjadi 3,3 persen, serta Partai Amanat Nasional (PAN) dari 6,8 persen menjadi 1,2 persen.

(thr/isn)



[Gambas:Video CNN]



Artikel ini bersumber dari www.cnnindonesia.com.