Orang Kaya, Anak 7 Tahun hingga Orang Wafat pun Dapat Bantuan STB

Orang Kaya, Anak 7 Tahun hingga Orang Wafat pun Dapat Bantuan STB

JawaPos.com- Berdasarkan data, jumlah bantuan set top box (STB) TV digital dari pemerintah ke Gresik ada sebanyak 24.916 unit. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi keluarga miskin. Namun, dalam realisasinya, ternyata tidak sedikit sasaran penerimanya adalah orang kaya. Bahkan, tidak sedikit nama penerimanya sudah meninggal.

Di wilayah Kecamatan Duduksampayen, misalnya. Sejumlah desa dikabarkan mengembalikan bantuan STB tersebut. Sebab, para penerima dinilai tidak tepat sasaran. ’’Ada penerima yang sudah meninggal dan anak usia 7 tahun. Kalau begini, lebih baik saya kembalikan. Warga yang kurang mampu malah tidak dapat,” kata Suryadi, kepala Desa Pandanan, Duduksampeyan.

Suryadi menyebut, kampungnya mendapatkan bantuan STB sebanyak 31 unit dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. STB itu diserahkan oleh pihak ketiga atau vendor. Dari data, ternyata sasaran calon penerimanya tidak sedikit warga terbilang mampu. Padahal, sesuai ketentuan seharusnya warga miskin.

Dia tidak mengetahui pasti dari mana sumber data untuk pembagian STB gratis tersebut. Namun, dari informasi yang didapat, data yang diapaki itu berasal dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Itu data lama dan tidak ada kaitannya dengan warga kurang mampu,’’ jelas Suryadi.

Khawatir menyalahi ketentuan, dia pun merapatkannya bersama perangkat desa lainnya. Hasilnya, menyepakati untuk mengembalikan bantuan STB tersebut.  Selain itu, jika tetap dibagikan sesuai data vendor, bukan tidak mungkin bakal berbuntut konflik dan kecemburuan sosial warga.

Selain Pandanan, lanjut dia, beberapa desa lain di Kecamatan Duduksampeyan juga menempuh hal serupa. Yakni, mengembalikan STB tersebut. Di antaranya Desa Tumapel dan Kandangan. ‘’Beberapa desa tersebut telan mengembalikan bantuan STB itu ke vendor yang membagikan,” jelas pria yang juga ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Duduksampayen itu.

Tidak hanya di Kecamatan Duduksampeyan. Di Kecamatan Benjeng, data penerima bantuan STB juga tidak sedikit yang salah sasaran. Di Desa Banter, misalnya. ‘’Kami dapat bantuan 81 unit STB. Dari jumlah itu, yang saya realisasikan 18 unit kepada yang memang layak menerima. Yang tidak saya bagikan ada 21 unit karena penerimanya kami nilai tidak layak menerima,’’ ungkap Kades Banter Ridwan.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknologi dan Informatika Diskominfo Pemkab Gresik Sony Caturiyanto mengatakan, soal pengembalian bantuan STB itu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kemenkominfo.

Nantinya, sambung dia, Kemenkominfo pusat akan mengirimkan data lagi. ‘’Data cadangan yang akan dikonfirmasi vendor, setelah selesai pembagian STB keseluruhan,” jelasnya kepada awak media.

Nilai nominal STB bantuan itu berkisar Rp 150 ribu sampai 200 ribu per unit. Karena harga relatif tidak mahal, ada sebagian pemerintah desa yang mengkover bantuan STB melalui anggaran desa. Di antaranya, di wilayah Kecamatan Cerme. Warga yang layak namun tidak menerima bantuan STB, dibantu pihak pemerintah desa.

Soal sumber data penerima bantuan STB gratis, jelas Sony, awalnya data itu disortir dari Kemendagri, ke Kemenkominfo lalu ke percepatan penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE). Data itu hasil pemutakhiran basis data keluarga Indonesia oleh tim BKKBN. Jumlahnya disesuaikan kouta STB.

“Tidak semuanya dapat. Bantuan ini pun masih perdana di Jatim untuk sepuluh kabupaten. Termasuk Gresik. Kemungkinan nanti ada bantuan lagi,” ungkapnya.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.