Menlu Taiwan Sebut China Bakal Lancarkan Invasi terhadap Taipei pada Tahun 2027

Menlu Taiwan Sebut China Bakal Lancarkan Invasi terhadap Taipei pada Tahun 2027

Menlu Taiwan Joseph Wu menjelaskan alasan dirinya meyakini tahun 2027 sebagai tahun dimana China akan melancarkan invasi terhadap negaranya

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu menegaskan bahwa situasi keamanan di sekitar Taiwan pada tahun 2022 kemarin “jauh lebih buruk dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya”, seiring dengan meningkatnya aktivitas militer China. Dalam sebuah wawancara dengan Sky News yang diterbitkan pada Rabu (18/1), Wu meyakini jika China kemungkinan akan melancarkan invasi ke Taiwan pada 2027 mendatang.

“Bagi saya, 2027 adalah tahun yang perlu kita waspadai,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2027 mendatang, Xi Jinping akan memasuki masa jabatan keempatnya, dimana ia akan berusaha lebih keras untuk mewujudkan reunifikasi China-Taiwan.

Uni Eropa Siapkan Peralatan Penanganan Bencana Nuklir di Dekat Perbatasan Rusia

“Jika dalam tiga masa jabatan sebelumnya dia tidak dapat mengklaim pencapaian apa pun selama menjabat, dia mungkin perlu memikirkan hal lain untuk diklaim sebagai pencapaian atau warisannya,” jelas Wu.

Menurut Joseph Wu, Xi Jinping “mungkin ingin menggunakan kekuatan militer atau menciptakan krisis secara eksternal untuk mengalihkan perhatian domestik atau untuk menunjukkan kepada China bahwa dia telah mencapai sesuatu”.

Menteri Luar Negeri Taiwan juga menyatakan bahwa “skenario terburuk” dalam hal kebuntuan dengan Beijing menjadi “lebih mungkin terjadi”, mengutip peningkatan aktivitas militer China di sekitar pulau itu.

“Sangat sering, Anda melihat bagaimana jumlah kecelakaan kecil bisa memicu perang besar,” jelasnya.

Pernyataan menteri datang ketika bulan lalu presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengumumkan bahwa pulau itu akan memperpanjang wajib militer dari empat bulan menjadi satu tahun mulai tahun 2024, dengan alasan meningkatnya “intimidasi dan ancaman dari China terhadap Taiwan” .

Dalam pidato pembukaan kongres partai ke-20 Partai Komunis di Beijing pada Oktober 2022 kemarin, Presiden Xi Jinping mengatakan bahwa China berusaha mencapai reunifikasi damai dengan Taiwan. Meski begitu ia menegaskan bahwa China juga berhak menggunakan kekuatan militernya untuk mencapai tujuan itu.

“Menyelesaikan masalah Taiwan adalah urusan rakyat China sendiri, dan terserah rakyat China untuk memutuskan,” katanya, dikutip Reuters.

“Kami bersikeras berjuang untuk prospek reunifikasi damai dengan ketulusan terbesar dan upaya terbaik, tetapi kami tidak akan pernah berjanji untuk menghentikan penggunaan kekuatan militer dan mencadangkan opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan.”

Tolak Pembangunan Tambang Batu Bara, Aktivis Iklim Greta Thunberg Ditangkap Polisi Jerman


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.

error: Content is protected !!