Ketahui Arti Kode Kekentalan Oli Demi Performa Terbaik

Ketahui Arti Kode Kekentalan Oli Demi Performa Terbaik

Oli mesin kendaraan salah satunya dibedakan dari kekentalannya. Ukuran kekentalan oli dapat dilihat dari kode oli yang ada pada kemasannya.

Penting bagi kita untuk mengetahui kadar kentalnya oli, supaya tidak salah untuk menentukan oli yang sebaiknya dipakai oleh kendaraan.

Kode kekentalan oli

Ada beberapa kode kekentalan oli mesin mobil yang dikeluarkan oleh lembaga lainnya yaitu API dan JASO. Berikut perbedaan di antara ketiga kode oli tersebut.

1. SAE

Dikeluarkan oleh Society of Automotive Engineer. Seperti yang dibahas sebelumnya, kode ini terdiri atas angka dan juga huruf W yang mengindikasikan perubahan kekentalan oli karena adanya perubahan suhu.

2. API

Dikeluarkan oleh American Petroleum Institute, API menentukan kualitas oli. Kode API diikuti dua huruf dengan fungsi yang berbeda, seperti API SM atau API CI.

Kode S menunjukkan bahwa oli didesain untuk kendaraan dengan bahan bakar bensin atau gasoline, sementara C digunakan bagi kendaraan bermesin diesel.

Sementara itu, huruf terakhir menunjukkan tingkat kebaruan oli. Semakin dekat dengan huruf Z, semakin bagus oli tersebut. Contohnya API SN lebih baru daripada API AG.

3. JASO

Dikeluarkan oleh Japanese Automotive Standards Association, kode satu ini khusus dibuat untuk menentukan kualitas oli sepeda motor. Terdapat dua jenis gabungan huruf di belakang JASO yaitu MA dan MB. 

Kode MA menunjukkan bahwa oli didesain untuk motor kopling basah seperti bebek atau sport. Sementara kode MB lebih baik digunakan pada motor matik dan skutik.

Indikator kekentalan oli

Standar untuk mengklasifikasikan kekentalan oli mesin mobil adalah melalui dua indikator. 

Dua indikator kekentalan yang sering digunakan dalam industri pelumas yaitu kekentalan monograde atau tunggal seperti SAE 40 serta kekentalan multigrade seperti 20W-50 atau 10W-50.

1. Kekentalan monograde (tunggal)

Jenis oli dengan kode kekentalan seperti SAE 40 berarti bahwa oli tersebut hanya memiliki kekentalan tunggal. Oli ini memiliki rentang perubahan viskositas atau kekentalan yang kecil terhadap perubahan suhu mesin.

2. Kekentalan multigrade

Oli jenis ini lebih fleksibel terhadap perubahan suhu mesin maupun lingkungan. Dibandingkan jenis oli monograde, oli multigrade bekerja lebih baik dalam menjaga kinerja mesin saat perubahan suhu.

Apa arti kekentalan oli mesin?

Kekentalan oli diukur dengan kemampuannya untuk mengalir di dalam mesin. Kekentalan oli yang rendah atau encer akan memudahkannya untuk melindungi bagian-bagian mesin saat suhu dingin.

Sementara itu, oli yang kental biasanya lebih baik dalam mempertahankan kekuatan pelumas untuk melindungi mesin saat berada pada suhu tinggi.

Oli berfungsi untuk melumasi komponen yang bergerak dalam ruang bakar seperti piston, stang piston, dan kruk as. Dengan pelumas yang bekerja secara optimal, kerja mesin mobil juga akan lebih baik.

Cara mengetahui ukuran kekentalan oli

Satuan kekentalan oli diawali dengan huruf SAE yang merujuk pada sebuah asosiasi bernama Society Automotive Engineers.

Selain bertugas mengatur kekentalan oli, asosiasi ini juga menunjukkan kemampuan oli menjaga stabilitas kekentalannya akibat pengaruh suhu mesin dan lingkungan.

Setelah huruf SAE, kode kekentalan diikuti dengan angka yang menunjukan tingkat kekentalan saat suhu dingin atau ketika mesin baru digunakan.

Setelah angka, ada huruf W yang diambil dari kata Winter. Huruf W biasanya diikuti dengan angka yang berarti tingkat kekentalan saat mesin berada pada suhu tinggi seperti saat sedang digunakan.

Contoh, SAE 10W-40 artinya pada suhu rendah, oli tersebut memiliki kekentalan 10, sementara saat suhu tinggi kekentalannya menjadi 40. Semakin tinggi angka pada kode kekentalan SAE, berarti semakin kental pula oli tersebut. 

Oli dengan kode angka indeks yang kecil biasa digunakan di daerah bersalju seperti negara-negara di Eropa karena mereka tidak mudah mengental saat suhu udara sangat rendah.

Di Indonesia sendiri, jenis oli yang paling banyak digunakan adalah SAE Oli 10W-30 atau 15W-50. Sementara di daerah yang lebih dingin, digunakan SAE 5W-30. 

Perlu diketahui, pengujian kekentalan ini dilakukan pada kondisi suhu -30 dan -35 derajat celcius.

Ukuran kekentalan SAE oli motor dan mobil

Oli yang digunakan untuk motor dan mobil tentu berbeda. Merk oli mobil terbaik pun cukup beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Pada umumnya, kekentalan yang digunakan pada mesin motor berada pada angka 10 hingga 40. Motor biasa menggunakan kode SAE10W-30, SAE10W-40, dan SAE 20W-40.

Sedangkan kekentalan SAE oli mobil berbahan bakar bensin biasanya digunakan kekentalan SAE 20W-50, SAE 10W-40, SAE 5W-30, dan SAE 40.

Terdapat banyak faktor yang menentukan pemilihan jenis oli mobil, salah satunya adalah usia kendaraan serta spesifikasi mesin mobilnya.

Oli encer atau kental, mana yang lebih baik?

Tentu saja penentuan kadar kekentalan ini tergantung dengan kendaraan yang kamu miliki. Untuk mobil keluaran baru, oli dengan kekentalan rendah atau encer bisa kamu jadikan pilihan utama. 

Alasannya, karena gesekan pada komponen mesin masih cenderung rendah. Hal ini membuat oli encer tetap bisa menjadi pelumas terbaik di seluruh bagian mesin.

Namun sebaliknya, untuk mobil keluaran lama oli dengan kekentalan tinggi bisa dijadikan pilihan utama. 

Tujuannya untuk memberikan pelumasan maksimal pada komponen mesin yang sudah merenggang karena dipakai terus menerus.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui jenis kekentalan oli dan apa yang membedakannya. Namun, alih-alih membeli sendiri lebih baik kamu tetap membawa kendaraan ke tempat servis terpercaya.

Sebab, teknisi di sana pasti lebih mengetahui jenis oli yang cocok bagi kendaraan dengan menyesuaikannya dengan kondisi mesin mobil.

Kapan oli harus diganti?

Oli perlu diganti secara berkala, baik oli motor maupun oli mobil. Lantas, ganti oli mesin mobil berapa km sekali? 

Untuk mobil menurut beberapa buku manual biasanya diganti saat mesin sudah menempuh 10.000 km pertama kali dan secara rutin 6 bulan sekali setelahnya.

Sementara pada kendaraan sepeda motor, ganti oli sebaiknya dilakukan setelah menempuh jarak 2.500-3.000 atau 2 bulan sekali.

Pentingnya asuransi sebagai proteksi untuk mobil kesayangan

Melakukan servis rutin –termasuk mengganti oli sesuai jadwal– itu sangat penting. Begitu juga dengan berkendara secara hati-hati setiap saat.

Hal lain yang tak kalah penting adalah memiliki asuransi mobil untuk melindungi mobil kesayanganmu.

Risiko seperti kecelakaan hingga kehilangan itu sulit untuk dihindari. Biaya perbaikan mobil juga tidak murah. Maka dari itu, kamu perlu asuransi mobil yang bisa menanggung biaya tersebut sehingga tidak mengganggu keseimbangan finansialmu.

Ada dua pilihan asuransi mobil, yaitu asuransi all risk dan TLO yang bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhan. Coba cek asuransi apa yang cocok untuk mobilmu dengan kuis asuransi mobil terbaik berikut ini:

Tips dari Lifepal! Jangan sampai kamu lupa ganti oli secara rutin karena ada risiko telat ganti oli yang mungkin akan kamu hadapi.

Selain melihat pada jarak yang sudah ditempuh, kamu juga bisa melihat pada lampu indikator. Jika lampu indikator oli menyala, berarti itu sudah saatnya kamu ganti oli kendaraanmu.

Pertanyaan seputar kekentalan oli

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.

error: Content is protected !!