Kenali Gejala Kopling Selip pada Mobil dan Cara Mengatasinya

Kenali Gejala Kopling Selip pada Mobil dan Cara Mengatasinya

Untuk kamu yang sering berkendara dengan mobil transmisi manual, wajib bagi kamu untuk memahami apa saja gejala kopling selip pada mobil.

Dengan mengetahui dan memahami apa saja gejala kopling selip pada mobil, kamu setidaknya bisa terhindar dari risiko mobil mogok dan juga dapat sesegera mungkin mengatasi masalah pada kopling sebelum jadi masalah yang lebih besar. 

Kopling sendiri merupakan suatu komponen penghubung antara roda gigi transmisi dengan poros engkol, di mana fungsinya adalah untuk membuat roda belakang agar dapat bergerak dan juga menciptakan perubahan tingkat kecepatan mobil sesuai kebutuhan pengendara. 

Salah satu efek paling sering terjadi ketika kopling mengalami selip adalah kendaraan akan mogok atau tidak bisa berjalan. 

Ulasan kali ini akan mencoba menjelaskan apa saja gejala-gejala kopling selip pada mobil, apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya. 

Mengenali gejala kopling selip pada mobil

Gejala kopling selip pada mobil biasanya muncul atau bisa dirasakan ketika mobil baru saja akan melaju dari posisi diam atau juga bisa diamati ketika mobil kamu baru saja berhenti di tanjakan dan akan berjalan lagi. 

Gejala kopling selip pada mobil yang pertama yaitu laju mobil yang terasa seperti tertahan ketika pertama kali akan berjalan. 

Biasanya ketika kamu memasukkan gigi dan kick down pedal gas, mobil normal akan langsung melaju atau menghentak. 

Saat kopling mengalami selip, mobil tidak langsung menghentak namun justru seperti tertahan. 

Gejala kopling selip pada mobil yang kedua bisa kamu rasakan ketika berhenti di tanjakan dan mobil akan berjalan kembali. 

Saat mobil berhenti di tanjakan dan akan melaju, mobil yang normal biasanya akan tetap bisa menanjak atau paling tidak over clutch.

Namun, jika kopling mobil kamu mengalami selip maka putaran mesin mobil akan naik namun laju mobil justru tertahan. 

Jika kamu menemukan dua gejala kopling selip pada mobil ini, segera bawa mobil ke bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan dan perbaikan jika dibutuhkan. 

Apa penyebab kopling mengalami slip?

Gejala kopling selip pada mobil tentu tidak muncul tanpa sebab, beberapa diantaranya karena faktor komponen yang sudah aus atau bisa juga karena cara berkendara yang kurang baik. 

Berikut adalah beberapa penyebab kopling mengalami slip:

1. Kesalahan penggunaan oli transmisi

Kesalahan penggunaan atau pemilihan oli transmisi ternyata dapat menyebabkan kopling mobil selip. 

Beberapa orang mungkin memilih oli transmisi hanya karena harganya yang mahal, atau merknya yang terkenal, namun rupanya tak sesuai dengan saran penggunaan dari pabrikan. 

Itulah kenapa penting untuk menggunakan oli transmisi manual maupun matic yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan. 

2. Gaya berkendara yang kurang baik

Ada beberapa kebiasaan pengemudi yang ternyata dapat memicu munculnya gejala kopling selip pada mobil, misalnya saja selalu menahan kopling saat di tanjakan atau tetap menginjak pedal gas saat mengubah gigi. 

Gaya berkendara seperti ini ternyata kurang baik, karena dapat membuat usia kopling jadi lebih pendek. 

Kebiasaan buruk lain yang bisa membuat kopling selip adalah membawa beban yang terlalu berlebihan, karena hal ini bisa membuat kinerja kopling menjadi lebih ekstra dan membuatnya cepat rusak. 

3. Usia komponen

Munculnya gejala kopling selip pada mobil juga bisa dipicu karena faktor usia komponen yang berkaitan dengan usia pemakaian komponen. 

Mobil-mobil yang kerap digunakan untuk menempuh jarak jauh tentu komponennya memiliki usia pemakaian yang lebih singkat. 

Dalam pemakaian wajar, kopling dapat bertahan hingga 70.000 km atau selama 5 tahun asalkan pemakaian mobil dengan benar. 

4. Terdapat oli pada kopling

Kopling terletak diantara transmisi dan mesin mobil, itulah mengapa bagian ini cukup beresiko terkena oli mesin.

Apabila jumlah oli yang masuk tak begitu banyak, maka tak akan menimbulkan masalah berarti. Namun sebaliknya, jika oli yang masuk cukup banyak maka bisa membuat kopling selip. 

5. Adanya komponen yang rusak

Kopling selip juga bisa terjadi karena adanya komponen yang rusak atau aus, misalnya saja pegas kopling yang berfungsi untuk memberikan tekanan pada pressure plate agar dapat meneruskan gaya tekan ke kampas kopling

Komponen lain yang mungkin bisa aus juga adalah cakram kopling, di mana komponen ini memiliki fungsi untuk memberikan kemudahan interaksi antara permukaan pressure plate dengan flywheel

Cara mengatasi kopling selip pada mobil

Jika kamu sudah menemukan adanya gejala kopling selip pada mobil, ada baiknya untuk segera mengatasinya agar tidak menyebabkan masalah yang lebih serius. 

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk membatasi masalah kopling selip, di antaranya:

1. Melakukan penyetelan

Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan kopling mobil, maka sebaiknya segera bawa ke bengkel langgananmu. 

Mintalah pada pihak bengkel untuk mengecek kopling dan jika perlu lakukan penyetelan kopling. 

Penyetelan ini bertujuan untuk merapatkan kembali komponen yang mulai longgar akibat pemakaian. 

2. Ganti oli transmisi

Kadang kala masalah kopling selip pada mobil dapat diatasi dengan mudah, yaitu dengan mengganti oli transmisi. 

Selain karena faktor kesalahan dalam pemilihan oli transmisi, penggantian juga diperlukan secara rutin. Terkadang tak sedikit orang yang justru lupa untuk mengganti oli transmisi ini.

Sebaiknya gunakan oli transmisi yang sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan, ya!

3. Ganti kopling

Dalam beberapa kondisi kopling selip memang terjadi karena adanya kerusakan komponen yang membuatnya harus diganti.

Jika berbagai cara sudah dicoba namun kopling tetap selip, maka mungkin memang sudah waktunya untuk ganti kopling baru. 

Biaya untuk ganti kopling beragam tergantung jenis mobilnya, sekitar Rp2 jutaan hingga Rp6 jutaan. 

Ketahui juga cara mengatasi kopling mobil los di artikel Lifepal.

Pentingnya asuransi mobil

Dalam berkendara sering kali ada resiko tak terduga yang terjadi, entah itu mobil mogok mendadak, kecelakaan, terjebak bencana alam dan lain sebagianya. 

Tanpa disadari resiko-resiko ini ternyata bisa terjadi kapan saja dan dapat memicu kerugian yang nilainya cukup besar. 

Untuk mengantisipasi hal tersebut maka penting untuk memiliki asuransi mobil, di mana asuransi mobil ini akan memberikan pertanggungan ganti rugi untuk kamu apabila terjadi risiko-risiko yang tidak diinginkan. 

Selain memberikan ganti rugi untuk resiko kerusakan, biasanya asuransi mobil juga memberikan berbagai manfaat lain mulai dari manfaat fasilitas mobil derek, mobil ambulance, mobil pengganti ketika mobil kamu diperbaiki, asuransi kecelakaan diri dan lain sebagainya. 

Melihat dari fungsi dan manfaatnya, memang sebaiknya setiap pemilik mobil melengkapi mobil kesayangannya dengan asuransi mobil yang tepat dan sesuai. 

Cek jenis asuransi yang cocok dengan mengikuti kuis asuransi mobil terbaik berikut ini.

FAQ seputar gejala kopling selip pada mobil

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.