Di Turnamen Akhir Tahun, Jonatan Christie Tidak Ingin jadi Pelengkap

Di Turnamen Akhir Tahun, Jonatan Christie Tidak Ingin jadi Pelengkap

JawaPos.com-BWF World Tour Finals 2022 bakal menjadi pengalaman kedua bagi Jonatan Christie. Dia kali pertama tampil pada 2019.

Di ajang yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 7–11 Desember itu, atlet yang akrab disapa Jojo tersebut berharap tak sekadar jadi pelengkap.

Sebelumnya, di edisi 2019, Jojo gagal lolos dari fase grup. Meski sudah menang di laga perdana atas wakil Denmark Anders Antonsen (23-21, 21-16), di dua pertandingan lainnya dia kalah oleh atlet Taiwan Wang Tzu-wei (1-21, 17-21) dan andalan Jepang Kento Momota (14-21, 14-21).

Pengalaman pahit itu coba diperbaiki Jojo di edisi 2022 ini. Ya, menang di laga pertama justru menjadi penyebab Jojo lengah.

”Jadi, match pertama menang lawan Antonsen, terus match kedua pikirannya itu pertandingan pertama sudah menang, jadi sedikit aman, lengah, dan malah kalah dari Wang Tzu-wei. Ketiganya lawan Momota juga kalah,” ungkapnya.

Karena itu, mindset positif sudah dipasangnya sejak sebelum kejuaraan dimulai. ”Kalah atau menang di laga pertama, harus tetap fokus di match kedua dan ketiga,” ucapnya.

Ya, konsistensi permainan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus terus diperbaiki Jojo. Di sepanjang tahun ini, performa juara Asian Games 2018 Jakarta itu juga masih naik turun.

Jojo sudah tampil di 15 turnamen. Prestasi terbaiknya juara di Swiss Open setelah mengalahkan atlet India Prannoy H.S. di babak final dengan skor 2-0 (21-12, 21-18).

Selain itu, dua kali Jojo meraih posisi runner-up di Korea Open setelah kalah di final oleh Weng Hong Yang 1-2 (21-12, 19-21, 15-21). Dan di Badminton Asia Championship tunduk kepada Lee Zii Jia 0-2 (17-21, 21-23).

Pebulu tangkis PB Tangkas tersebut merasa penampilannya pada 2022 ini jauh lebih baik dari 2021. ”Tapi, balik lagi saya masih merasa hasilnya belum seperti yang diharapkan,” ujar pemain berusia 25 tahun itu.

Jojo mengaku dari segi usaha dan latihan sudah jauh meningkat dibanding sebelumnya. ”Saya rasa setahun ini sudah bagus banget, cuma memang rezekinya belum dapat. Mudah-mudahan di WTF,” harapnya.

Pelatih tunggal putra Irwansyah menyatakan, evaluasi untuk Jojo di sepanjang tahun ini masih masalah konsentrasi dan fokus. Terutama di poin kritis. Karena itu, pelatih yang berpengalaman melatih negara Eropa tersebut bakal mengevaluasi hal kecil yang menjadi detail permainan.

”Jojo kalahnya tipis-tipis. Jadi, memang semuanya sudah dicoba. Tapi, kalau menurut saya memang next time lebih bagus aja,” ujar dia.


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.