Di KTT G20 Bali, Inggris Bakal Kecam Habis Rusia

Di KTT G20 Bali, Inggris Bakal Kecam Habis Rusia

JawaPos.com – ’’KTT G20 ini tidak akan menjadi urusan seperti biasanya.’’ Pernyataan itu dipaparkan oleh Perdana Menteri (PM) Inggris Rishi Sunak sebelum bertolak ke Bali, Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah ulah invasi Rusia ke Ukraina.

Meski Presiden Rusia Vladimir Putin sudah mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan hadir langsung, delegasi mereka yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov tetap datang. Sunak menegaskan bahwa dirinya akan menyeru rezim Putin di KTT G20 nanti.

’’Perang yang dilakukan Putin telah menyebabkan kehancuran di seluruh dunia, menghancurkan kehidupan, dan menjerumuskan ekonomi internasional ke dalam kekacauan,’’ tegas Sunak seperti dikutip BBC, Minggu (13/11).

KTT G20 akan menjadi perjalanan kedua Sunak ke luar negeri sebagai PM. Sebelumnya, dia hadir dalam KTT Perubahan Iklim (COP27) di Sharm el-Sheikh, Mesir. Perjalanan ke Bali itu akan menjadi ujian kepemimpinan dan kebijakan luar negeri PM keturunan India tersebut.

Di COP27 dia lebih banyak bertemu pemimpin Eropa. Namun di G20, pengganti Liz Truss tersebut akan bertemu para pemimpin dari negara Indo-Pasifik. Itu merupakan wilayah yang menjadi fokus Inggris sejak keluar dari Uni Eropa (UE) alias Brexit. Dia juga berkesempatan bertemu Presiden AS Joe Biden untuk kali pertama sejak jadi PM.

Sejak awal, KTT G20 ini memang menjadi sorotan dunia. Indonesia menolak desakan negara-negara Barat untuk tidak mengundang Putin. Indonesia ingin tetap menjadi negara netral. Awalnya, pejabat Inggris maupun negara lain sudah bersiap berhadapan langsung dengan Putin. Sejak perang Ukraina berkecamuk, Putin diisolasi dari dunia internasional.

Acara family photo alias foto bersama para kepala negara anggota G20 nyaris ditiadakan karena tidak ada yang mau berdiri bersama Putin. Namun, hanya beberapa hari sebelum acara puncak, otoritas Rusia mengonfirmasi bahwa Putin tidak akan datang langsung, kemungkinan hanya secara virtual. Dia mengirim Lavrov sebagai pengganti. Sangat mungkin dalam acara nanti, kemarahan dan hujatan untuk Putin diarahkan para pemimpin G20 kepada Lavrov.

G20 merupakan forum untuk negara-negara pemain utama perekonomian dunia. Namun belakangan ini, perekonomian mereka terpukul oleh salah satu anggotanya sendiri, yaitu Rusia. Sangat mungkin pertemuan kali ini tidak akan menghasilkan komunike. Itu adalah serangkaian kesimpulan yang disepakati dan diterbitkan pada penutupan KTT.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/dee/c6/bay)


Artikel ini bersumber dari www.jawapos.com.