Cara Menyetel Platina Mobil Toyota Kijang Tanpa ke Bengkel

Cara Menyetel Platina Mobil Toyota Kijang Tanpa ke Bengkel

Sebagai penyambung dan pemutus arus listrik, platina perlu disetel untuk memastikan sistem kelistrikan mobil tetap lancar. Kalau kamu punya mobil Kijang, sebaiknya ketahui cara menyetel platina mobil Toyota Kijang yang benar.

Mobil Toyota Kijang masih menggunakan pengapian manual. Platina Toyota Kijang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan primer koil. 

Platina mobil Kijang yang bermasalah bisa disebabkan dari penyetelan platina yang kurang tetap atau sudah dilakukan perubahan penyetelan. 

Cara menyetel platina mobil Toyota Kijang

Sebelum menyetel platina, hal yang harus dipersiapkan terlebih dulu adalah alat-alat atau perkakas yang dibutuhkan.

Misalnya seperti obeng minus, obeng plus, kunci ring nomor 19, dan fuller yang digunakan untuk mengukur celah platina mobil Kijang. 

Jika peralatan sudah siap, saatnya mulai melakukan penyetelan. Berikut ini cara menyetel platina mobil Kijang sendiri di rumah.

1. Cek kondisi mobil

Pertama, cek kondisi mobil. Pastikan aki mobil dalam kondisi optimal, karena menyetel platina membutuhkan beberapa kali putaran mesin. 

Untuk mengeceknya, buka katup distributor terlebih dahulu. Lalu, bersihkan dan cek platina bersih dan tidak ada benjolan. Jika terlihat benjolan pada platina sebaiknya langsung menggantinya dengan platina baru. 

2. Putar pulley poros (crankshaft)

Langkah berikutnya, putar polley poros engkol atau bisa disebut juga dengan crankshaft. Cara memutarnya harus searah dengan jarum jam hingga titik pulley berada di titik nol (0) derajat atau disebut dengan Top 1. 

3. Mengendurkan baut pengikat platina

Cara menyetel platina mobil Toyota Kijang berikutnya adalah mengendurkan baut yang mengikat platina. Namun, saat mengendurkan, pastikan tidak terlalu longgar.

Caranya bisa dilakukan dengan memutar platina satu kali saja dengan obeng negatif, hingga celah platina menjadi renggang. 

4. Pastikan ukuran celah platina

Standar ukuran platina mobil Kijang adalah 0.45 mm. Namun, jika kamu tidak memiliki ukuran fuller dengan ukuran 0.45 mm, kamu bisa menggunakan ukuran celah platina 0,40 mm.

Akan tetapi, saat akan merapatkan pastikan tetap sedikit longgar agar tetap terdapat celah yang sesuai dengan ukuran 0.45 mm. 

5. Mulai setel platina

Sekarang saatnya mulai setel platina dengan obeng minus (-). Geser platina secara perlahan menggunakan obeng minus (-), kemudian tekan coak atau tonjolan yang berada di dekat platina. 

Meskipun setiap mobil memiliki coak atau tonjolan, kadang platina yang mengalami kerusakan mengalami tonjolan yang berbeda. Maka dari itu, jika terlihat tanda tersebut, langsung ganti saja dengan platina baru. 

6. Cek celah platina

Pastikan lagi untuk mengecek celah platina, jika sudah sesuai rapatkan baut platina dengan menggunakan obeng plus (+). 

Untuk bisa mendeteksi adanya masalah pada platina atau tidak, kamu juga harus memahami cara cek kondensor platina mobil, ya.

7. Pasang tutup distributor

Setelah semua cara menyetel platina mobil Toyota Kijang telah dilakukan, maka tutup kembali delco atau biasa disebut dengan distributor. 

8. Nyalakan mesin

Selanjutnya, kamu bisa coba menyalakan mesin dengan mengendorkan baut 10 mm yang menutup distributor pada blok mesin. Putar ke kiri atau ke kanan pelan-pelan. 

Ciri-ciri platina mobil bermasalah

Platina mobil memiliki peran yang cukup penting dalam sistem pengapian mobil, khususnya saat akan starter mobil. Sehingga jika mengalami kerusakan, mesin akan terasa sulit dinyalakan. Lantas, apa ciri-ciri platina mobil bermasalah? 

1. Tidak ada celah pada platina

Ciri-ciri platina mobil bermasalah yang pertama adalah tidak adanya celah pada platina mobil. Hal ini berarti fungsinya sudah tidak berjalan dengan baik karena kontak pemutus dan penghubung aliran arus primer ke massa tidak ada. 

Akibatnya, tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil juga tidak bisa dilakukan. Selain itu, juga akan terjadi percikan bunga api busi yang tidak akan timbul yang akan membuat mobil tidak bisa bergerak atau mati mendadak. 

2. Celah platina terlalu sempit

Selain tidak ada celah pada platina, celah yang terlalu sempit juga menjadi ciri-ciri platina mobil bermasalah. Hal ini akan membuat sudut dwell dan arus primer menjadi lebih besar. 

Akibatnya, akan menyebabkan percikan bunga api pada busi. Kondisi ini juga menyebabkan cepat aus karena arus listrik mengalir lebih lama daripada dalam kondisi normal.

3. Celah platina terlalu lebar

Celah yang terlalu besar juga bisa menyebabkan masalah pada platina. Hal ini yang akan menyebabkan sudut dwell menjadi lebih kecil. 

Biasanya hal ini disebabkan karena tegangan tinggi kumparan tidak berjalan efektif, dan mengakibatkan tenaga mesin yang keluar tidak bisa berjalan optimal, hingga akhirnya starter mobil jadi susah dilakukan. 

Ukuran standar celah platina pada mobil Toyota Kijang

Setiap kendaraan memiliki ukuran standar celah platina yang berbeda-beda. Ukuran standar celah platina pada mobil Kijang adalah 0,45 mm. 

Kamu juga bisa memastikan ukurannya agar lebih tepat dengan mengukur sudut dwell dengan menggunakan alat dwell tester. 

Jika ukurannya tepat, maka nilai yang dihasilkan adalah 52 (plus minus 4) derajat. Untuk mengecek dan memastikan ukuran celah platina, kamu juga bisa membaca dari buku manual kendaraan.

Pastikan kamu menyetel platina sesuai dengan ukuran celah yang berlaku Sebab, jika celahnya tidak sesuai, maka bisa menjadi penyebab angka standar RPM mobil menjadi tidak stabil.

Harga platina mobil Kijang

Jika terjadi kerusakan pada platina, maka kamu harus segera menggantinya. Harga platina berkualitas terbilang cukup terjangkau yaitu, dibanderol dari Rp20.000 – Rp65.000. 

Namun, untuk kualitas platina original biasanya akan lebih mahal. Kamu bisa memilih harga platina tersebut sesuai dengan budget dan juga kebutuhanmu. 

Namun, pastikan untuk mengganti platina dengan kualitas terbaik agar tidak mudah rusak dan kinerja mobil pun tetap stabil dan optimal.

Alasan perlu punya asuransi mobil

Apapun tipe atau merk mobil yang kamu miliki, tetap akan membuatmu pusing jika terjadi kerusakan seperti, mogok, lecet, bahkan penyok akibat kecelakaan atau tabrakan. Apalagi biaya servis mobil bisa sangat mahal. 

Untuk mengantisipasi kerusakan-kerusakan tersebut, sebaiknya miliki asuransi mobil. Sebab, asuransi mobil bisa menanggung sebagian besar biaya kerusakan mobil. Simak tips memilih asuransi mobil di video berikut.

Asuransi mobil sendiri memiliki dua jenis yaitu, asuransi mobil all risk dan asuransi TLO. Asuransi all risk akan menanggung kerugian berupa kehilangan mobil akibat pencurian, dan cocok untuk melindungi kendaraanmu dari segala risiko. 

Sedangkan asuransi TLO atau Total Loss Only, adalah asuransi yang bisa bertanggung jawab atas ganti rugi hingga 75 persen dari nilai mobil yang mengalami kerusakan. 

Lantas, dari kedua jenis asuransi mobil tersebut, manakah yang harus dipilih? Supaya tidak ragu, kamu bisa mengikuti kuis asuransi mobil terbaik berikut untuk memperhitungkan pertanggungan yang kamu butuhkan nanti. 

FAQ seputar cara menyetel platina mobil Toyota Kijang

Artikel ini bersumber dari lifepal.co.id.