Bobby Nasution Minta Pejabat Medan Sisihkan Rp500 Ribu buat Stunting

Bobby Nasution Minta Pejabat Medan Sisihkan Rp500 Ribu buat Stunting

Medan, CNN Indonesia

Wali Kota Medan Bobby Nasution terus memaksimalkan penanganan stunting di wilayahnya agar jumlahnya semakin berkurang.

Menantu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itupun menjadikan seluruh pimpinan OPD (operasi perangkat daerah) di lingkungan Pemkot Medan untuk menjadi bapak asuh bagi seluruh anak stunting. Masing-masing pimpinan OPD memberikan uang tunai sebesar Rp500.000 setiap bulannya selama 6 bulan ke depan untuk anak stunting.

Pengukuhan bapak asuh anak stunting di Kota Medan tahun 2022 ini dilakukan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman selaku Duta Bapak Asuh Anak Stunting di Halaman Kantor PT Pelindo, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (27/10).

Tidak hanya Wali Kota Medan beserta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Medan saja yang menjadi bapak asuh, unsur Forkopimda Provinsi Sumut maupun Kota Medan juga turut dikukuhkan menjadi bapak asuh anak stunting di Kota Medan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan, Suryadi Panjaitan mengatakan saat ini jumlah anak stunting di ibu kota Sumut sebanyak 364 orang.

“Wali Kota Medan memerintahkan seluruh pejabat eselon II, III dan para camat untuk menjadi bapak asuh anak stunting. Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama sesuai dengan amanah yang diberikan agar Kota Medan bebas dari masalah stunting,” kata Suryadi.

Menurut Suryadi pengasuhan anak stunting ini dilakukan dengan cara masing-masing pimpinan OPD memberikan uang tunai sebesar Rp500.000 setiap bulannya selama 6 bulan ke depan. Uang tersebut akan digunakan untuk membeli bahan makanan lalu dibagikan kepada seluruh anak stunting yang ada di Kota Medan.

“Jadi seluruh pimpinan OPD itu akan menyisihkan Rp500.000 setiap bulan. Sebagai penanggung jawabnya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan. Nanti uang itu akan di gunakan untuk membeli bahan makanan. Bahan makanan yang dibeli berdasarkan masukan dari setiap TPPS yang ada di Kecamatan, karena setiap anak berbeda-beda kebutuhannya,” ungkap Suryadi.

Suryadi Panjaitan juga berharap dengan adanya program bapak asuh anak stunting ini menjadi momentum dalam menuntaskan masalah stunting di Kota Medan.

“Dengan adanya program ini kita berharap dapat menuntaskan masalah stunting sehingga taraf kesehatan masyarakat semakin meningkat yang berdampak terhadap kemajuan Kota Medan,” kata Suryadi.

Di tempat yang sama, Camat Medan Selayang Viza Fandhana mengatakan jajaran Kecamatan Medan Selayang sejak Agustus 2022 sudah membentuk relawan PENTING (Relawan Peduli Stunting). Relawan ini setiap bulan membantu memberikan makanan tambahan kepada anak stunting yang ada di Kecamatan Medan Selayang.

“Makanan tambahan itu berupa telur, susu, biskuit, kacang hijau dan belut nuget. Setiap bulan makanan tambahan ini kita berikan kepada anak penderita stunting yang ada di wilayah kita, dan dengan adanya program pengukuhan bapak asuh anak stunting ini maka nantinya makanan yang diberikan juga akan bertambah,” sebutnya.

Viza Fandhana mengatakan dari data yang ada jumlah anak stunting di Kecamatan Medan Selayang terus mengalami penurunan dari sebelumnya berjumlah 33 kasus kini berkurang menjadi 18 kasus anak stunting.

“Insya Allah kita optimis di akhir tahun kita dapat menurunkan angka stunting di bawah sepuluh orang,” katanya.

Sementara itu, Sri Susanti salah seorang warga Kecamatan Medan Selayang yang hadir bersama anaknya dalam acara tersebut merasakan langsung perhatian yang diberikan Wali Kota Medan Bobby Nasution terhadap anak-anak penderita stunting.

“Setiap bulan saya mendapatkan bantuan pangan Untuk anak saya. Bantuan pangan ini sangat bermanfaat untuk membantu memenuhi gizi anak kami. Saya berharap bulan depan anak saya tidak stunting lagi, tidak termasuk anak yang kurang gizi lagi dan tumbuh menjadi anak yang sehat,” harapnya. 

(fnr/kid)


[Gambas:Video CNN]



Artikel ini bersumber dari www.cnnindonesia.com.