Apa itu G20 yang Sedang Berlangsung di Bali? Ini Sejarah Lengkap dan Manfaatnya untuk Indonesia

Apa itu G20 yang Sedang Berlangsung di Bali? Ini Sejarah Lengkap dan Manfaatnya untuk Indonesia

Berikut informasi terkait apa itu G20. Dimana puncak KTT G20 berlangsung 15-16 November 2022 di Bali.

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Indonesia resmi menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan KTT G20. Penyelenggaraan perhelatan KTT G20 berlangsung satu tahun penuh dari 1 Desember 2021 hingga November 2022.

Namun rupanya, banyak masyarakat yang belum tahu apa itu G20?

Berikut informasi terkait apa itu G20. Dimana puncak KTT G20 berlangsung 15-16 November 2022 di Bali.

Vladimir Putin hingga Elon Musk Akan Hadiri KTT G20 di Bali

Apa itu G20?

G20 merupakan kepanjangan dari Group Twenty. G20 merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri dari 19 negara dan satu kawasan ekonomi, Uni Eropa.

Indonesia mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger” dalam Presidensi G20 tahun ini. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut Indonesia mengajak seluruh Indonesia untuk bersama-sama mencapai pemulihan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sementara itu Presiden Jokowi mengatakan bahwa tema besar G20 “Recover Together, Recover Stronger” mendorong pertumbuhan yang inklusif, ramah lingungan dan berkelanjutan.

“Upaya tersebut harus dilakukan dengan cara luar biasa, terutama melalui kolaborasi dunia yang lebih kokoh, dan inovasi yang tiada henti. G20 harus menjadi motor pengembangan ekosistem yang mendorong kolaborasi dan inovasi ini. Hal ini yang harus terus kita perdalam pada pertemuan-pertemuan kita ke depan,” ujar Jokowi saat serah terima presidensi dari Italia pada 31 Oktober 2021 lalu.

Anggota G20

Lantas siapa saja anggota G20?

Anggota G20  terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Dilansir dari situs resmi Bank Indonesia,G20 mempresentasikan 80 persen PDB dunia, 75 persen perdagangan global, dan lebih dari 60 persen populasi dunia. Tujuan umum G20 yaitu perekonomian dunia dan isu penting yang terkait dengannya.

Sejarah Lengkap G20

Dlansir dari berbagai sumber, G20 didirikan atas inisiasi kelompok G7 pada tahun 1999. G7 membentuk forum multilateral itu sebagai tanggapan atas krisis ekonomi dunia. Saat itu, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral hanya fokus mencari solusi untuk mengatasi krisis ekonomi dunia.

Namun seiring berjalannya waktu, G20 bertujuan untuk mewujudkan pertumbuhan golbal yang inklusif, seimbang dan berkelanjutan. Sidang G20 berlangsung satu tahun sekali dengan puncak acara dihadiri berbagai kepala negara dari masing-masing anggota.

Tidak hanya dihadiri anggota G20, sidang juga dihadiri organisasi non-pemerintah dan oganisasi internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

Manfaat G20 bagi Indonesia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa manfaat yang diperoleh dari Presidensi G20 yaitu manfaat ekonomi, politik, dan pembangunan sosial.

Airlangga mengatakan demikian mengingat Indonesia merupakan Kawasan Indo Pasifik yang netral. Dengan demikian, ia berharap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Setelah G20, Indonesia juga akan memimpin ASEAN, sehingga ini (G20) sangat tepat waktu, karena saat ini ASEAN merupakan wilayah cukup tenang dengan pertumbuhan tinggi. Semoga Indonesia juga bisa membawa basis filosofi yaitu konsultasi dan konsensus, konkretnya adalah musyawarah mufakat, dalam forum G20 tersebut,” ujarnya dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa Presidensi G20 yang berlangsung di Bali akan meningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, dengan penambahan PDB nasional hingga Rp7,4 triliun. Selain itu, peningkatan penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor yang mencapai 33 ribu.

 

Tinjau Penataan Kawasan Konservasi Mangrove Tahura, Jokowi: Kita Siap Terima Tamu G20 di Bali


Artikel ini bersumber dari www.jitunews.com.